Selama 2 Tahun Saber Pungli Bone OTT 4 Kasus, 1 Dibina 3 “Menggantung”

oleh
ilustrasi
BONE, BERITA-SULSEL.COM— Keberadaan Satgas Saber Pungli di Bone, sejak terbentuk belum memperlihatkan hasil gemilang.
Satgas dengan 60 personel yang melibatkan TNI, Polri, Pemda, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, diberi anggaran tersendiri sebesar Rp 300 juta dengan SK yang berlaku setahun.
Ketua Satgas Saber Pungli, Kompol Muari, yang juga menjabat sebagai Wakapolres Bone, menyampaikan kalau sampai saat ini penggunaan dana untuk sosialisasi ke kantor-kantor pelayanan, instansi pemerintah termasuk pasar-pasar yang ada juru parkirnya menghabiskan 40 persen dari jumlah dana yang ada.
“Selebihnya digunakan untuk biaya pertemuan, operasional, gelar perkara dan untuk kegiatan rapat, yang belum terserap biayanya untuk penyuluhan”jelas Muari.
Selama 2 tahun, kata Muari ada 4 kasus hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim saber pungli, diantaranya pungli MAN 1 Watampone dan pungli UPTD Pendidikan di Kecamatan Libureng.
“Ada 4 yang OTT tapi saya tidak ingat semua, jaman saya ada 18 tukang parkir yang terjaring tapi petunjuk pimpinan hanya diberi pembinaan dari kepolisian dan pemerintah. Mereka itu terjerat pungli tapi kita lebih mengedepankan nilai-nilai sosial karena 10 ribu, 20 ribu, kan kasian” tambahnya.
Untuk kasus pungli lainnya, kata Muari masih tetap berproses karena sesuai instruksi Polda, kasus korupsi tidak boleh di SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan.
“Lama-lama kami juga yang kena karena status pelaku menggantung, sementara Polda menginstruksikan kasus korupsi itu tidak ada yang di SP3kan” keluhnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *