Pasca Penangkapan Teroris, Ini Yang Dilakukan Polres Bone

oleh

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Diamankan tepat sebelum sholat Jumat di Desa Liliriattang Kecamatan Amali Kabupaten Bone, Junat (10/8/18), BD (34) dan YD (35) yang diduga masih satu jaringan dengan Suardi (51), teroris asal Desa Cebba, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone yang ditembak mati 2013 lalu.

Kapolres Bone, Kadarislam Kasim, mengungkapkan, sejak dulu keduanya menjadi incaran tim Densus karena terkait dengan terorisme Poso.

Keduanya mengubur sebuah bom TNT seberat 20 kilogram di kebun belakang rumah yang diduga sejak 4 tahun lalu.

“Kita lihat dia sudah siapkan memang, jadi itu dibungkus mungkin jaga-jaga kalau ada kayak gini langsung diangkut satu kali. Bomnya dikubur di kebun, jadi mungkin tiap kali ke kebun, dilihat lagi itu” ungkap Kadarislam.

Ditambahkan kalau sejak dulu polisi memang selalu mewaspadai sel-sel tidur dan setelah penangkapan ini, Polres akan perketat pengamanan serta memantau kondisi di Kecamatan Amali.

“Pasca penangkapan kita akan meningkatkan patroli, terutama di markas kepolisian. Amali akan dipantau pasca penangkapan” ujarnya.

Selain BD dan YD, Kadarislam mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan masih ada jaringan lainnya, walaupun saat ini masih sebatas simpatisan. Pihak kepolisian juga belum mencium adanya keterlibatan pihak keluarga kedua terduga teroris tersebut. (eka)

 

Tinggalkan Balasan