Usai Dipukuli Oknum TNI, Pemuda Bone Ini Akui Belum Pernah Dikunjungi Pelaku

oleh

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Kronologis pemukulan yang dilakukan oknum TNI, La Sunardin, terhadap pemuda asal Desa Pasempe Kecamatan Palakka Kabupaten Bone, Wawan (19), pada Jumat (31/8/18) lalu, masih simpang siur.

Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Mustamin, sebut itu spontan dan korban hanya dipukul 2 atau 3 kali, sedangkan Dandenpom, Mayor CPM Nur Rachman Tanang, katakan kalau La Sunardin hanya memukul sekali dibagian mulut. Sementara pengakuan korban dan ayahnya, pemukulan itu dilakukan 7 kali sampai bibir atas dan bibir bawah Wawan pecah serta mengeluarkan darah.

Meski pihak TNI mengatakan sudah melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, Wawan dan ayahnya justru membantah dan mengatakan kalau sampai detik ini belum pernah ada pihak dari pelaku ataupun pelaku sendiri yang berkunjung ke rumah korban.

“Tidak ada yang datang, dia (Lasunardin) itu ipar, selama tinggal di Pasempe, baik sama saya, ini pertama kalinya ada masalah. Itu hari istriku di acara terus disampaikan kalau anaknya berdarah mulutnya karena dipukul, pulang dirumah dia lihat anaknya mengeluarkan darah, jadi kuanggap itu penyebab kematiannya” terang Semmi, ayah korban yang berprofesi sebagai tukang kayu.

Semmi sendiri yang mengantarkan Wawan untuk melaporkan La Sunardin ke POM dan tante Wawan, Suriati, juga sudah memberikan keterangan kepada pihak POM, Rabu (5/9/18). Wawan sendiri bersikukuh kalau saat kejadian dirinya langsung dipukuli oleh La Sunardin tanpa basa basi padahal Wawan sudah mengatakan maaf usai ditabrak oleh La Sunardin.

“Waktu sudah ditabrak, dia (La Sunardin) berhenti, saya bilang maaf tapi langsung dia memukul saya, tidak bicara apa-apa juga” ungkapnya.

Berkilah kasus penganiayaan ini butuh proses, pihak POM mengaku belum memanggil La Sunardin dan baru dijadwalkan akan dimintai keterangannya minggu ini. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *