Invasi China di Indonesia Berkedok Investasi

oleh

BERITA-SULSEL.COM – Ambisi China untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra modern bertajuk One Belt One Road (OBOR), kian menjadi perbincangan hangat, baik dari media lokal maupun mancanegara.

Jalur Sutra kuno tersebut akan melalui dua sumbu utama, yaitu sabuk ekonomi atau Silk Road Economic Belt (Jalur Sutra Darat) dan 21st Century Maritime Silk Road (Jalur Sutra Laut).

Hal Ini disampaikan Panglima PAS 08 Sulsel, Ryan Latief setelah melakukan silaturahmi dengan ketua tim pemenangan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Minggu (9/9/2018).

Kata Ryan, dua konsep tersebut melahirkan Belt and Road Initiative (BRI) yang dipandang luas sebagai kebijakan luar negeri dan strategi ekonomi Tiongkok.

“Inilah ambisi Jokowi menggenjot infrastruktur di dalam negeri dengan bantuan utang China tanpa batas,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, hal ini membawa dampak positip dan negatif. Positipnya, Indonesia akan mendapat keuntungan atas rencana besar China, namun dibalik itu bencana terhadap kedaulatan bangsa Indonesia.

Mengapa, tambah Ryan, dibalik ambisi besar itu, China menguasai ekonomi dunia China telah melakukan infasi dibertopeng investasi terhadap Indonesia.

“Masuknya buruh China dan penduduknya yang berkedok menggunakan visa wisata serta membangun pemukiman melalui reklamasi pantai dan menguasai pesisir adalah ancaman serius buat bangsa Indonesia,” paparnya.

Sepintas, jelas Ryan, secara fisual dibangunnya infrastruktur membut daerah kelihatan maju dan moderen, tetapi sesunguhnya China telah melakukan invasi secara ekonomi kemudian akan menguasai Indonesia.

Mengapa? tegas Ryan, Indonesia adalah begara berkembangan dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah.

“Dunia saat ini akan mengalami krisis pangan akibat perubahan iklim global,” paparnya.

Ryan Latief mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar memilih presiden tahun 2019 yang mampu menjaga keutuhan kedaulatan bangsa.

“Utang luar negeri saat ini sudah dibatas kewajaran, waspadalah. Senjata mematikan untuk menghancurkan suata bangsa adalah pinjaman luar negeri,” paparnya.

“Kita jangan terhipnotis dengan infrastruktur, semuanya dibangun dari hasil pinjaman luar negeri. Bayangkan, jika republik ini gagal bayar utang, maka bangsa ini akan di kuasai China,” tambahnya.

” Lihat negara-negara yang gagal bayar utang ke China seperti Zimbabwe, Nigeria, Sri Lanka dan Pakistan. Mereka telah dikuasai oleh China,” paparnya.

Menghentikan ancaman tersebut, jelas Ryan, sebelum terlambat adalah memilih Prabowo – Sandi sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019.

“Selain itu, memberhentikan para pejabat yang bermental penghianat bangsa. Mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi diatas penderitaan Rakyat Indonesia,” tutup Ryan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *