Adnan Tinjau Revitalisasi Hutan Pinus dan Pembuatan Pedestrian di Malino

oleh

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama berapa pejabat lainnya  berkeliling di Kecamatan Tinggimoncong untuk meninjau sejumlah proyek yang sedang dikerjakan di  kecamatan. Proyel tersebut menjadi fokus lokasi wisata.

Adnan memusatkan peninjauannya di Kelurahan Malino sebagai ibukota Tinggimoncong.  Sejak mulai memasuki kota wisata yang tengah menuju destinasi wisata nasional ini, Adnan menyinggahi lokasi tempat dimana dibangun pintu gerbang utama memasuki kota Malino.

Kunjungan Adnan di kota kecil berhawa sejuk ini memang prioritas untuk memantau kondisi sejumlah pelaksanaan proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan.

Di lokasi pembuatan pintu gerbang kota Malino, Adnan berharap gerbang yang dibangun indah menawan itu bisa rampung sesuai target yakni tuntas di akhir tahun 2018.

Digenjotnya penataan wajah Malino ini karena Pemkab Gowa kata Adnan di sela peninjauannya mengatakan, sedang konsen menata kota Malino untuk persiapan Beautiful Malino sesion III yang akan digelar pertengahan Juli 2019 mendatang.

“Iya..kita punya sasaran pelaksanaan Beautiful Malino sesion III sebagai persyaratan menuju destinasi wisata nasional, makanya kita target semua proyek infrastruktur untuk even itu tuntas di akhir 2018 ini,” kata Adnan.

Even Beautiful Malino 2019 adalah sesion III yang menjadi persyaratan Kementrian Pariwisata untuk bisa menetapkan Malino sebagai kalender wisata nasional. Even tahunan inipun tentu diselaraskan dengan Malino Kota Bunga yang sudah dijalankan sebelum Beautiful Malino I dan II digelar.

Selain meninjau gerbang utama Malino, bupati termuda di KTI ini juga mengecek pembangunan dan penataan hutan wisata pinus Malino serta pembuatan pedestrian sepanjang 5,5 Km dengan rincian 2,75 Km (sisi kiri) dan 2,75 Km (sisi kanan) dengan backup anggaran Rp 4 miliar.

Adnan juga memantau betonisasi di Jl Endang, Malino, dimana bahu jalan diperlebar dari 4 meter menjadi 9 meter yang direncanakan pengerjaannya tuntas tahun ini. Untuk Jl Endang nantinya dua fungsi yakni untuk jalur kiri dipakai sebagai parkiran dan jalur kanan untuk pedestrian.

“Saya hanya berpesan kepada masyarakat, jaga kualitas sehingga semua sarana prasarana yang dibangun di sini bisa dinikmati masyarakat dengan baik. Wajah pasar juga ditata secara baik serta kondisi hutan pinus. Kita berharap semua tempat ini lebih mempesona lagi sehingga tingkat kunjungan ke Malino lebih besar namun tetap nyaman bagi masyarakat. Tentunya imbas perekonomian masyarakat Tinggimoncong secara umum lebih besar lagi,” jelas Adnan.

Khusus pedestrian di Malino, modelnya akan menyerupai terowongan dan ini merupakan desain baru di Sulsel. Warnanya juga dipadu energik (warna warni) dengan backup anggaran sebesar Rp 400 juta dan ditarget rampung pembuatannya di akhir 2018 ini.

“Banyak hal yang kita planningkan untuk Malino seperti di hutan pinus ada panggung utama permanen serta ada pedestrian khusus untuk jalur kuda dan pengunjung, penataan ulang flying fox serta dihiasi tempat-tempat selfie dengan backup anggaran kurang lebih 700 juta rupiah. Kita berharap dengan revitalisasi yang kita lakukan di beberapa tempat vital di Malino dapat melengkapi persiapan kita untuk meraih destinasi wisata nasional,” tambah Adnan.

Adnan juga mengatakan ke depan nanti, di Malino akan ada rekayasa lalulintas dimana jalan poros depan rumah jabatan camat akan dijadikan satu arah dan Jl Endang juga satu arah. Hal ini kata bupati untuk mengurai kondisi kemacetan yang pasti terjadi disaat even Beautiful Malino III. (an).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *