Membongkar Bangunan Sekolah, Kepsek SMKN 3 Gowa Didemo Siswanya

oleh

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Ratusan siswa SMKN 3 Gowa menggelar aksi demo di dalam lingkungan sekolah mereka sendiri mengecam kebijakan sang Kepala Sekolah (Kepsek) Karnaedi Bolong yang membongkar sejumlah gedung vital yang ada di sekolah tersebut untuk kemudian membangun ruang praktek siswa (RPS).

Aksi demo yang dilakukan oleh para siswa itu dengan membentangkan sejumlah spanduk berisi kalimat protes dilakukan sekira pukul 10.00 wita,  Senin (10/9/2018) .

Para siswa ini hanya sekadar membentang spanduk sebagai aksi protesnya terhadap sejumlah kebijakan sekolah yang dianggap melakukan pemborosan anggaran sebab bangunan yang utuh diratakan untuk membangun bangunan baru.

Menurut pendemo, dengan merusak fasilitas sekolah yang sudah ada sebelumnya untuk kemudian diganti dengan gedung baru yakni gedung RPS adalah sebuah tindakan pemborosan.

Ilham, salah seorang siswa yang juga sebagai korlap dari aksi ini mengatakan, ada lima RPS yang dibangun kepala sekolah dan dinilai merusak fasilitas sekolah lainnya.

“Ada lima ruang praktek mau dibangun kepala sekolah. Tapi itu ruang praktek dibangun diatas lahan fasilitas sekolah seperti mushala, taman sekolah dan jalan utama sekolah. Masa’ mushala dibongkar untuk jadi ruang praktek, kan merusak itu namanya,” ujar Ilham yang diamini oleh ratusan rekan-rekannya yang ikut memprotes kebijakan Karnaedi.

Dalam aksi protes itu juga, para siswa ini menolak keputusan kepala sekolah Karnedy Bolong yang memindahkan ruang perpustakaan.

“Jauh dari ruang kelas sekarang. Masa jurusan alat berat ditutup dan jalan utama pulang juga ditutup ini kan membuat kami ribet,” katanya.

Karenanya, siswa siswi pun menuntut agar kepala sekolah diganti dan membatalkan pembangunan ruang praktek siswa.

Aksi ini sempat jadi perhatian pengendara yang melintas. Namun tidak menyebabkan kemacetan lantaran para siswa tetap tertib menyuarakan aspirasi.

Sementara itu Kepala SMKN 3 Gowa, Karnedy Bolong yang dikonfirmasi sekaitan aksi siswa ini mengatakan apa yang akan dibangun berdasarkan rencana pengembangan sekolah khususnya penambahan fasilitas RPS untuk siswa.

Karnedy juga mengatakan jika aksi yang dilakukan siswa tidak mewakili seluruh siswa yang ada sebab hanya dilakukan segelintir sementara juga siswa di SMKN 3 mencapai ribuan. (an).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *