oleh

Legislator Maros Berkunjung ke DPRD Palopo, Ini Tujuannya

-Daerah-755 views

PALOPO, BERITA-SULSEL.COM – Sebanyak 16 legislator dari Kabupaten maros melakukan kunjungan kerja ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo.

Rombongan ini didipimpin ketua DPRD Maros, Chaidir Syam bersama dengan 15 anggotanya diterima langsung Ketua DPRD Kota Palopo, Harisal A Latif.

Chaidir Syam mengatakan, dirinya melakukan kinjungan kerja untuk mengetahui pengelolaan PAD di Kota Palopo termasuk sumbernya.

Menurutnya, pihaknya ingin belajar terkait pengelolaan, penataan yang menjadi titik sumber retribusi yang menjadi sektor dalam meningkatkan PAD.

“Kami ingin mencontoh Kota Palopo sebagai pengelolaan pajak atau retribusi yang menjadi sumber PAD. Hal itu mulai dari aturan-aturannya. Ketika kami juga ingin menerapkannya, maka harus bisa mengetahui gambarannya,” kata Chaidir Syam, Rabu (19/9/2018).

Tak hanya itu, kunker juga mereka manfaatkan untuk belajar terkait aturan dalam melakukan penarikan retribusi objek wisata, perparkiran dan rumah makan.

“Selama ini tidak ada aturan terkait penarikan retribusi atau sejenisnya dari sektor itu untuk peningkatan PAD di Maros kecuali pajak bumi bangunan,”katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Palopo, Alfri Jamil menyampaikan, di daerahnya terdapat sejumlah item pajak. Bahkan, saat ini sedang menggagas regulasi tentang penarikan retribusi terhadap pelaku usaha sarang walet.

“Usaha sarang burung walet ini tentunya dinilai menjadi potensi terbesar dalam menyumbang PAD, namun saat ini penarikan retribusi sarang walet ini baru didasari peraturan walikota (Perwali).

Politisi PDIP ini turut menyinggung jika pengelolaan retribusi di Palopo yang dilaksanakan pihak ketiga. Pemerintah hanya turut mengawasi pengelolaan tersebut.

Bahkan, kata Alfri, pajak rumah makan senilai 10 persen ini dipantau melalui aplikasi khusus untuk mengetahui omzet yang didapatkan setiap pelaku usaha.

“Penarikan retribusi rumah makan ini sudah terlaksana sejak 2015 lalu. Hal ini menjadi salah satu pendapatan yang terbilang tinggi di Palopo,” jelasnya.( rls )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed