Mimpi Buruk di Final Liga Champions, Karius Bantah Kabur dari Liverpool

oleh
Loris Karius

BERITA-SULSEL.COM – Loris Karius menegaskan bahwa dirinya tidak melarikan diri dari Liverpool dengan hengkang ke Besiktas dengan status peminjaman awal musim ini. Dia mengaku bisa saja bertahan di Liverpool dan bersaing merebut tempat utama, tetapi Karius merasa membutuhkan waktu bermain reguler.

Karius menjalani mimpi buruk di final Liga Champions musim lalu. Melawan Real Madrid, dia membuat blunder memalukan yang berujung pada dua gol Real Madrid. The Reds takluk 1-3 dan harus mengubur mimpi mereka menjuarai Liga Champions.

Setelah itu, Liverpool bergerak cepat dan mendatangkan Alisson Becker, mantan kiper AS Roma yang terus mencuri perhatian. Karius pun merasa kedatangan Alisson berarti dia harus menemukan tempat baru, maka dia memilih Besiktas untuk melanjutkan kariernya.

Meski terkesan terusir, Karius sama sekali tak mempermasalahkan keputusan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. 

Bermain Reguler

Menurut Karius, satu-satunya alasan meninggalkan Liverpool adalah karena dia ingin bermain lebih sering. Dia sama sekali tak menyalahkan Klopp, justru Karius menilai hubungannya dengan Klopp berjalan sangat baik.

Hanya saja dia ingin tetap jadi kiper nomor satu dan lebih sering bermain. Satu-satunya cara melakukan itu adalah dengan pindah ke klub lain.

“Saya tidak memiliki masalah dengan Jurgen Klopp, justru kami menjalin hubungan hebat. Dia tak pernah menyalahkan saya (untuk kesalahan di final Liga Champions),” buka Karius di skysports.

“Saya bisa saja bertahan di Liverpool dan memainkan beberapa pertandingan, namun saya ingin menjadi nomor satu dan bermain secara reguler.”

Tidak Kabur

Lebih lanjut, Karius juga menegaskan bahwa kepergiannya ke Besiktas bukan berarti dia kabur alias melarikan diri dari Liverpool. Dia merasa situasinya cukup sulit karena kedatangan Alisson dan tekanan dari media, oleh sebab itu dia memutuskan pergi ke Besiktas.

“Tidak ada yang memaksa saya untuk meninggalkan Liverpool dan saya tidak kabur.”

“Saya berada di usia saat saya butuh bermain reguler. Setelah kedatangan Alisson Becker saya memutuskan untuk pergi ke Istanbul dan bergabung dengan Besiktas,” lanjutnya.

“Tekanannya sangat besar di beberapa titik dari media dan publik dan Liverpool harus bereaksi, itu tidak bagus untuk situasi saya, namun hal itu memang terjadi di sepak bola.”

bola.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *