UTS Makassar Gelar Monitoring dan Evaluasi Penerima Hibah Penelitian Kemenristekdikti

oleh
UTS Makassar Gelar Monitoring dan Evaluasi Penerima Hibah Penelitian Kemenristekdikti

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) Makassar menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penelitian yang dirangkaikan sosialisasi hibah penelitian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti RI) di Hotel The One, Jalan Gunung Latimojong, Makassar, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UTS Makassar, Sattar S. Pd, ST, M.Si, PhD mengatakan, pihaknya terus mendorong pemenuhan kualitas sumber daya manusia dosen dengan terus melakukan penelitian.

Guna memenuhi hal tersebut, kata Sattar, saat ini dosen-dosen UTS berhasil menggungah proposal penelitian soal monitoring dan evaluasi. Hal ini dilakukan gunu mendorong
usulan penelitian bisa lebih banyak didanai dari Direktorat Penjaminan Mutu (DPM) Kemenristek.

Video Monitoring dan Evaluasi

“Kami terus mendorong dan memotivasi serta memberi informasi soal proposal penelitian kepada dosen. Langkah ini bertujuan agar dosen bisa melakukan penelitian,” paparnya.

Kata dia, dari 11 usulan yang masukkan ke Kemenristekdikti, delapan penelitian diterima. Salah satunya yang menjadi desertasi doktor.

Sementara itu, Reviewer Penelitian dari Kementrian Riset dan Teknologi RI, Prof. DR .Ir Andi Aladin, MT, mengatakan, seorang dosen harus melakukan penelitian di bidang yang terkait, serta, mengabdi kepada masyarakat dengan menerapkan penelitian yang telah dilakukan.

Lalu, pertanyaan, kenapa dosen harua meneliti, kata Andi Aladin, hal tersebut tertuang dalam tri dharma perguruan yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian. Namun, tidak semua dosen bisa terpenuhi.

“Banyak dosen hanya sibuk mengajar demi mencari uang receh. Mereka lupa melalukan penelitian, apa lagi mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi formalnya, jelas Andi Aladin, penelitian banyak memberi manfaat bagi dosen, termasuk sebagai sarana kredit point untuk individu maupun akreditasi. Bahkan bisa menjadi pendapatan tambahan bagi dosen.

“Bahkan, hasil penelitian sebagai dasar bagi para dosen untuk naik pangkat. Termasuk mendorong kualitas secara kelembagaan dari segi akreditasi lembaga,” ujarnya.

Saat mengajar, tambah Andi Aladin, dosen tidak lagi berkata menurut si A, B dan C, tapi menurut saya. Sebab, yang menyampaikan pendapatnya kepada mahasiswa atau khalayak umum pasti telah melakukan penelitian.

“Melalui penelitian tersebut, dosen juga menumbuhkan potensi diri mereka dengan memperkaya wahana keilmuan,” ujarnya.

“Harus dipahamai, penelitian juga sebagai sarana refresing dan punya kepuasan sendiri. Sebab, ketika dosen mengatakan menurut saya, itu akan memberikam kebanggaan tersendiri bagi dirinya maupun mahasiswa yang diajarnya,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *