Maknai Hari Sumpah Pemuda, Ini Catatan Arif Saleh

oleh
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Ini Catatan Arif Saleh

WAJO, BERITA-SULSEL.COM – Banyak cara dilakukan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Salah satunya, memaknai lewat catatan atau tulisan. Seperti yang dilakukan M.Arif Saleh, calon anggota DPRD Wajo Dapil I Kecamatan Tempe.

Mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel ini, mengajak pemuda untuk bangkit bersama. Bangkit mengisi kemerdekaan. Bangkit melawan pengaruh negatif yang menjangkiti generasi muda. Bangkit untuk lebih kreatif. Dan bangkit berkonstribusi aktif bagi bangsa dan negara.

Secara khusus, Mas Bro (M.Arif Saleh Bersama Rakyat Wajo), menuangkan harapan dan ide-idenya melalui catatan singkat. Berikut tulisan yang diterima redaksi, 27 Oktober 2018 atau sehari jelang Hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Bertanah air satu, satu bangsa, serta satu bahasa adalah pengikat, sekaligus identitas kita sebagai warga negara.

Kita semua mahfum, bahwa Sumpah Pemuda  dirumuskan oleh para pemuda jauh sebelum Indonesia merebut kemerdekaannya.

Ada semangat nasionalisme yang mengilhami. Ada tekad kuat bangkit melawan penindasan. Ada ketulusan untuk mengangkat harkat dan martabat kita sebagai bangsa. Ada rasa kebersamaan. Ada tujuan mulia yang ingin dicapai. Bebas dari belenggu penjajahan.

Kesadaran para pemuda kala itu didasari dengan masih terkotaknya perjuangan berbagai elemen anak bangsa merebut kemerdekaan. Sehingga jika tak ada ikhtiar dan semangat nasionalisme untuk menyatu, maka dipastikan penjajah akan semakin leluasa menindas dan menguasai kekayaan alam kita.

Karena itulah, pemuda mempelopori untuk memadukan kekuatan anak bangsa melalui ‘Sumpah Pemuda’.

Berangkat dari sejarah perjuangan para pemuda, maka sebagai generasi bangsa harus menjaga pengorbanan dan perjuangan mereka. Menjaga agar Indonesia bisa mandiri. Menjaga kedaulatan, harkat dan martabat bangsa. Menjaga Indonesia tak dikuasai oleh negara asing. Tak kalah penting, menjaga semangat sekaligus idealisme pemuda.

Seiring dengan perkembangan dan pengaruh globalisasi, maka peran pemuda sangat penting untuk kita gelorakan. Gelorakan untuk terus mengasah diri memberi Konstribusi bagi bangsa. Gelorakan menjaga jati diri bangsa di tengah pengaruh modernitas yang bisa mendegradasi moral generasi kita.

Olehnya itu, Hari Sumpah Pemuda mesti kita jadikan momentum untuk bangkit bersama. Bangkit melawan pengaruh negatif yang menjangkiti generasi muda. Bangkit untuk lebih kreatif. Dan bangkit berkonstribusi aktif bagi bangsa dan negara.

Pemuda Indonesia adalah mereka yang selalu menunjukkan karyanya. Mengobarkan semangatnya. Meraih prestasi untuk tanah airnya. Menjunjung kearifan lokal. Merawat kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan. Memiliki integritas dan idialisme. Bertanggungjawab ikut memajukan, dan mensejahterakan bangsa. Punya kepedulian terhadap sesama. Aktif menyuarakan ketidakadilan.

Kita mesti bersepakat, bahwa pemuda masa kini bukanlah pemuda yang larut dari berbagai pengaruh negatif yang bisa menghancurkan moral kita sebagai bangsa yang besar. Bukan pula pemuda yang mudah goyah dan mengingkari komitmennya. Bukan juga pemuda yang hanya berpangku tangan.

Kita sadar, tantangan yang kita hadapi memang tak perlu lagi ikut mengangkat bambu runcing mengusir para penjajah. Tapi tantangannya sangat kompleks. Jika kita tak siap dan membekali diri kita, maka perlahan kita akan terdegradasi oleh zaman. Apalagi ‘penjajahan’ moderen sudah mengintai setiap saat, kalau kita tak mau bilang sedang menjajah kita. Lengah sedikit, moralitas generasi jadi taruhan. Larut dengan pengaruh negatif, maka harga diri bangsa akan tergadaikan.

Kita mesti bersepakat, sumpah pemuda harus tetap membumi. Pemaknaan dan spiritnya jauh lebih luas. Sumpah pemuda menjadikan Indonesia bebas dari penjajahan moderen. Sumpah pemuda tak membiarkan ‘perut buminya’ dirampas. Sumpah pemuda berlomba berbuat kebaikan (bukan keburukan). Sumpah pemuda mengisi sendi pengabdian. Sumpah pemuda yang menjunjung kebersamaan dan menghargai setiap perbedaan. Sumpah pemuda menjaga moralitas, etika dan kearifan budaya kita. Sumpah pemuda berani melawan kemiskinan dan ketidakadilan. Sumpah pemuda “MA7 ridecengnge”. Sumpah pemuda menggapai 7an mulia. Sumpah pemuda se7 semangatnya tak surut.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018. Kita Indonesia, Kita Arif, Kita Bangga.

Wajo, 27 Oktober 2018.
Salam Hormat
MAS BRO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *