Rutin Bercinta, 10 Penyakit Ini akan Hilang

oleh -246 views
11 Penyakit Ini Bisa Sembuh dengan Rajin Bercinta

BERITA-SULSEL.COM – Bercinta merupakan salah satu cara menambah keintiman hubungan suami istri. Selain itu, bercinta juga merupakan langkah awal seseorang untuk mendapat keturunan atau sang buah hati.

Sebab, bagaimanapun juga, keluarga tidak akan lengkap tanpa kehadiran seorang anak. Maka dari itu, bercinta merupakan aktivitas yang amatlah penting dilakukan bagi pasangan suami istri.

Hal tersebut juga tak lepas dari saran para ahli seks yang menganjurkan kepada setiap pasangan agar rutin melakukan hubungan intim setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Seperti isi syair lagu Sexual Healing, Marvin Gaye mungkin menjadi penyanyi pertama yang mengakui kedahsyatan seks yang menyembuhkan.

Dari ujung kaki hingga ujung kepala, keluhan fisik Anda bisa ringan bahkan lenyap dalam sesi bercinta penuh gairah. Cek fakta ilmiahnya di bawah ini, lalu… ajak suami untuk mengambil peran sebagai ‘dokter cinta’.

1. Tameng Penyakit
Mereka yang memiliki kehidupan seksual yang aktif jarang izin sakit. Penasaran? Tidak perlu sampai mengecek daftar kehadiran di HRD, setidaknya percayalah pada hasil studi para peneliti di Universitas Wilkes di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Ditemukan bahwa responden yang bercinta dalam frekuensi sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi daripada responden yang memiliki jadwal bercinta kurang dari itu. Rupanya, sesi bercinta meningkatkan produksi immunoglobulin, antibodi yang memerangi virus, bakteri, dan penyakit lainnya.

“Saat bercinta, tingkat daya tahan tubuh terhadap serangan bakteri, virus, atau mikroorganisme pengganggu lainnya meningkat signifikan,” ungkap Yvonne K. Fullbright, Ph.D., pakar seks dari Universitas Wilkes, yang turut dalam penelitian.

Bagaimanapun, Yvonne menambahkan, demi menjaga imun dalam kondisi optimal, Anda harus punya gaya hidup sehat, seperti makan dengan benar, istirahat cukup, dan berolahraga secara cukup!

2. Menyehatkan Jantung
Pasien penyakit jantung tidak perlu takut atau ragu untuk bercinta! American Heart Association (AHA) mengungkap bahwa hanya 1% saja serangan jantung akut yang terkait dengan aktivitas seks.

Apabila dirata-rata, detak jantung saat mencapai orgasme setara dengan detak jantung yang timbul saat seseorang menaiki anak tangga dua lantai. Apabila penderita penyakit jantung masih bisa melakukannya, maka bercinta tidak jadi persoalan.

Sebaliknya, American Journal of Cardiology mencatat bahwa pria yang bercinta dua kali seminggu memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung lebih kecil daripada pria yang punya jadwal bercinta hanya sekali sebulan. Lagi pula, seks adalah bentuk latihan aerobik yang bagus untuk tubuh.

Dosis aerobik yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah 150 menit atau 2,5 jam dalam seminggu. Kalau target orgasme 2,5 jam per minggu sulit dicapai, padukan saja dengan olahraga ringan, seperti sepeda statis atau jalan cepat.

3. Pain Killer Alami
Jangan buru-buru minum obat pereda nyeri untuk meredakan rasa nyeri Anda. Sebab, ada ‘obat’ yang lebih menyenangkan, sehat, tanpa risiko untuk masalah Anda ini, yaitu orgasme!

“Orgasme dapat menghentikan rasa sakit,” ungkap Barry R. Komisaruk, Ph.D., profesor di Universitas Negeri Rutgers, di New Jersey, Amerika Serikat.

Bersamaan dengan orgasme, tubuh akan merilis hormon endorphin yang akan meningkatkan daya tahan terhadap rasa sakit. Bagi Anda yang belum berpasangan, menstimulasi vagina juga bisa memberikan efek pelepas rasa sakit yang sama.

Cara ini bisa menghentikan nyeri punggung dan betis. Barry menambahkan bahwa aktivitas solo sex ini bisa meredakan gangguan kram saat menstruasi dan nyeri arthritis.

4. Obat Insomnia
Sulit tidur bukan perkara sepele. Insomnia yang tidak teratasi bisa berujung pada gangguan depresi dan kecemasan. Penderitanya juga berisiko terkena hipertensi dan penyakit jantung.

Mengatasinya dengan obat tidur juga tidak bisa sembarangan. Jika tidak sesuai bisa menimbulkan efek samping yang tidak sehat. Seks  menjadi pilihan aman tidak hanya untuk mengatasi keluhan sulit tidur, tapi juga membangun intimasi dengan pasangan.

“Setelah orgasme, tubuh akan mengeluarkan hormon prolactin. Hormon ini akan membuat tubuh Anda relaks dan mengantuk,” jelas Sheenie Ambardar, M.D.,dari Happiness Psychiatrist, California, Amerika Serikat.

5. Solusi Migrain
Anda yang pernah merasakan, tentu tahu benar betapa menyiksanya penyakit pusing sebelah ini. Terus-menerus mengonsumsi obat pereda sakit kepala dalam jangka panjang bisa memicu gangguan sakit kepala yang lebih parah.

“Lagi pula, obat migrain saat diminum lebih dari 15 hari, efektivitasnya akan berkurang,” jelas Prof. Martin Underwood, salah satu peneliti dari Warwick Medical School.

Daripada makin pusing, lebih baik memanfaatkan seks sebagai cara alami untuk mengobati migrain. Cephalalgia, jurnal yang dikeluarkan oleh International Headache Society, mencatat bahwa aktivitas seks berhasil meringankan keluhan sakit migrain pada lebih dari separuh responden. Bahkan, 20 persennya mengaku sama sekali terbebas dari sakit ini.

6. Menyembuhkan Cegukan
Cegukan, kalau hanya sekali atau dua kali, tidak apa-apa. Tetapi, kalau sampai cegukan 30 kali dalam semenit selama 72 jam, tanpa henti, terbayang betapa tidak enaknya! Inilah yang pernah menimpa pasien Dr. Francis M. Fesmire. Peraih ig Noble Prize kedokteran (1998) yang menemukan terapi digital rectal massage untuk penyembuhan cegukan ini justru menyarankan seks sebagai obat cegukan.

Dokter asal Amerika Serikat yang menekuni emergency medicine ini mengatakan bahwa orgasme memberikan rangsangan hebat pada sistem saraf vagus, yang membantu menghentikan cegukan.

7. Memperbaiki Kontrol Berkemih
Mengompol pada usia dewasa atau inkontinensia urine merupakan gangguan medis. Penderitanya tidak mampu menahan keluarnya air kencing.

Gangguan yang menimpa 30% wanita usia dewasa ini bisa dicegah dan diperbaiki melalui sesi bercinta! Bersamaan dengan tercapainya orgasme, otot-otot panggul akan berkontraksi dan menjadi kuat. Otot panggul yang kuat akan mencegah gangguan mengompol.

8. Cegah Kanker Prostat
Kehidupan seks yang sehat juga melindungi pria dari risiko kanker prostat. Demikianlah temuan hasil penelitian intensif dari tahun 1992-2000 yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (2004).

Dari hasil studi terungkap bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan, memiliki risiko terserang kanker prostat 33% lebih rendah daripada pria yang hanya berejakulasi 4 hingga 7 kali dalam sebulan.

Hasil studi tersebut juga mengatakan bahwa ejakulasi tanpa sanggama, seperti masturbasi atau mimpi basah, juga memiliki manfaat kesehatan yang sama.

9. Terapi Depresi 
Peneliti dari Universitas Yale menemukan bahwa bercinta  tiap hari dapat meningkatkan pertumbuhan sel dalam hippocampus, bagian dari otak yang bertugas mengelola stres.

Jadwal bercinta secara teratur juga bermanfaat untuk menurunkan produksi hormon kortisol pemicu stres, sehingga seluruh bagian tubuh Anda menjadi lebih tenang dan relaks.

10. Menyehatkan Kulit & Rambut
Kehidupan seks yang sehat tidak hanya membuat Anda merasa awet muda, tapi juga tampil awet muda. Bersamaan dengan gelombang orgasme yang Anda capai, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon DHEA (dehydroepiandrostone).

Kandungan zat aktif dalam hormon ‘awet muda’ ini membuat kulit, rambut, dan bola mata bersinar cantik. (*)

sumber : femina.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *