Mahasiswa Luwu Raya di Yogyakarta Desak Pemerintah Mencabut Moratorium DOB

oleh -147 views
Mahasiswa Luwu Raya di Yogyakarta Desak Pemerintah Mencabut Moratorium DOB

BERITA-SULSEL.COM – Puluhan nahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Forum Komunikasi Wija To Luwu Yogyakarta melakukan demo di titik nol kilometer, Kota Yogyakarta, Senin (14/1/2019).

Aksi ini dilakukan serentak mahasiswa Luwu Raya di beberapa daerah diantaranya Makassar, Kendari, Bandung, dan Palu. Aksi menyambut momen hari Perlawanan Rakyat Luwu.

Massa mendesak Pemerintah melakukan pencabutan moratorium Daerah Itonomi Baru (DOB) dan mengawal pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Video Aksi Mahasiswa

Korlap aksi, Andi Rio Usbal mengatakan, sejak tahun 1958 Pemerintah Daerah meminta untuk melakukan pemekaran Tana Luwu menjadi provinsi Luwu Raya.

Namun, kata Andi Rio, sampai saat ini aspirasi tersebut belum juga terealisasi. Padahal, beberapa daerah yang masih tertinggal infrastrukturnya seperti listrik dan jalan yang tidak memadai serta pengurusan administrasi yang rumit, harusnya permasalahan ini sudah dituntaskan.

“Kami mendorong dan mendesak pemerintah pusat untuk kembali memperhatikan aspirasi masyarakat Luwu Raya, secara administratif Luwu Raya juga sudah memenuhi syarat untuk menjadi provinsi dan mekar dari Sulawesi Selatan,” ujar Usbal.

Mahasiswa yang hadir dalam aksi ini memiliki organisasi kedaerahan tiap kabupaten yang ada di Luwu Raya diantaranya Forma Lutim dari Luwu Timur, Perhipla Kabupaten Luwu Selatan, Ikapmal Kabupaten Luwu Utara dan Imapa Kota Madya Palopo.

Orator aksi, Andi David menyampaikan pernyataan sikap dengan tegas. “kami menuntut pemekaran provinsi Tana Luwu tidak dengan cara makar karena hanya ingin mekar,” ujarnya.

Aksi ini diawali dengan long march dari asrama provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Agung nomor 18 Yogyakarta menuju titik nol kilometer, Kota Yogyakarta.

Di tengah aksi berlangsung, massa terguyur hujan namun tetap melanjutkan demonstrasi dengan memegang spanduk yang bertuliskan pernyataan sikap, massa membubarkan diri setelah melakukan aksi sekitar 3 jam.

Aksi ini berlangsung aman dan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas. Puncak aksi ini akan dilaksanakan di Tugu, Yogyakarta pada Kamis (23/1/2019) mendatang bertepatan dengan momen hari Perlawanan Rakyat Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *