Wacana Politik Makin Tajam, Bahar Ngitung Imbau Tetap Jaga Persatuan

oleh -81 views
Wacana Politik Makin Tajam, Bahar Ngitung Imbau Tetap Jaga Persatuan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota MPR/DPD RI  Bahar Ngitung mengimbau warga Sulawesi Selatan tetap mengutamakan semangat persatuan dan persaudaraan, meski pilihan politik pada setiap kelompok masyarakat semakin menajam jelang perhelatan Pemilu pada April mendatang.

“Saat ini kita berada pada momentum kebangsaan untuk memilih pemimpin negara dan wakil kita di parlemen. Kita semua pasti memiliki perbedaan-perbedaan pilihan figur. Namun kita harus selalu ingat bahwa kita semua di Sulsel adalah sedarah, sehingga tak boleh terpecah karena pilihan berbeda itu,” ujar Bahar memberi semangat, saat gelar sosialisasi konsepsi Empat Pilar Kebangsaan di Rumah Aspirasi Bahar Ngitung, Makassar, Jumat (1/2/2019).

Menurutnya, karena persaudaraan itu juga sehingga masyarakat secara sukarela menyempatkan hadir dalam sosialisasi ini. Kendati setiap orang pada hari ini sibuk dengan aktivitas harian dan perjuangan politiknya masing-masing.

Hal tersebut menjadi tanda awal bahwa perbedaan di Sulsel justru membawa rahmat dan tidak menjadi penyebab potensi konflik. Bisa juga dimaknai bahwa semangat empat pilar kebangsaan telah terpatri dengan baik di karakter setiap orang di Sulawesi Selatan.

“Yang hadir di sini, saya ketahui berasal dari Bugis, Makassar, Flores. Dan saya lihat ada beberapa berasal dari Jawa. Kalau bukan rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan kita yang sudah mantap, tidak mungkin kita berkumpul di sini,” ujarnya.

Bahar yang akrab disapa ‘Obama’ tersebut menjelaskan, negara kita memiliki perangkat kebangsaan lengkap yang terdiri dari empat pilar utama. Masing-masing, Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 45 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dan NKRI sebagai bentuk negara.

Keempat elemen itu perlu terus menerus diingat dan disebarkan ke orang lain, agar semangat persatuan dan persaudaraan kita terjaga. Yang dampaknya jelas akan menjadi situasi damai dan harmoni dalam kehidupan kebangsaan kita.

“Tentu saja, saya juga tak lupa mengajak saudara-saudaraku untuk tetap berdoa. Doakan diri, kerabat dan orang-orang disekitar kita agar senantiasa diberi keselamatan. Semangat kebangsaan kita adalah wujud kepedulian. Dan doa adalah kepedulian paling mendasar, karena hanya kita dan Tuhan YME yang mengetahuinya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *