Klaster Inovasi Pengembangan Cabai Menjadi Perhatian Kemenristekdikti

oleh -76 views
Klaster Inovasi Pengembangan Cabai Menjadi Perhatian Kemenristekdikti

MATARAM, BERITA-SULSEL.COM -Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Dr Ophirtus Sumule DEA memlngatakan, implementasi klaster inovasi berbasis PUD membutuhkan kolaborasi dan sinergi antarstakeholders, baik pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan media yang dikenal sebagai model kolaborasi penta helix.

Kata Ophirtus, wilayah yang meningkat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakatnya secara siginifikan lebih banyak ditentukan oleh kepemimpinan daerah yang inovatif.

Selain iti didukung komoditas dan keunggulan komparatif produk unggulan daerahnya.

“Kepemimpinan yang inovatif diyakini mampu merancang konsep pembangunan daerah yang holistik melalui upaya kebijakan kemudahan berusaha, insentif pajak, pelayanan inovatif – one stop services atau pelayanan satu atap,” ujarnya workshop dengan tema Regional Innovation Cluster NTB – Progressing Ristekdikti’s Innovation Cluster Agenda yang dilaksanakan oleh Kemitraan Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
bersama The Applied Research and
Innovation Systems in Agriculture (ARISA￾CSIRO Australia), Rabu (6/2/2019).

Tak hanya itu, kata Ophirtus, juga dibutuhkan reformasi dan revolusi mental birokrasi (berintegritas), riset dan inovasi perguruan tinggi serta lembaga litbang berorientasi kepada peningkatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat.

Hal ini bertujuan pada peningkatan nilai tambah serta daya saing PUD, perencanaan dan implementasi: RPJMD; RPIP dan RPIK serta program pembinaan IKM/UKM yang berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Pengembang Klaster Inovasi PUD Madu NTB, Retno Utari. Kata dia, upaya merealisasikan implementasi klaster inovasi PUD Madu pada tahun 2019, Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran Rp4,6 miliar untuk menata budidaya dan menyiapkan suplai di sektor hulu.

Selanjutnya Pemkab Lombok Utara bersama dengan UNRAM, unit usaha dan komunitas akan mengelola unit bisnis di sektor hilir dalam bentuk konsorsium inovasi.

“Pendekatan Model Pengembangan Klaster Inovasi tidak sekadar sebagai konsep, tetapi juga sebagai platform nasional dalam konteks pembangunan ekonomi daerah berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan potensi produk unggulan daerah. Hal ini guna meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah”, pungkas Muhammad Amin Kasubdit Sistem Informasi dan Diseminasi Inovasi – Kemenristekdikti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *