UKD Makasaar Ikut Sulawesi Education and Techno Expo 2019

oleh -268 views
UDK Makasaar Ikut Sulawesi Education and Techno Expo 2019

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM) ikut berpartisipasi dalam Sulawesi Education and Techno Expo 2019 di Celebes Convention Centre (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kehadiran UKDM pada expo pendidikan itu sebagai bentuk perkenalan kampus kepada masyarakat dan calon mahasiswa, khususnya di Kawasan Indonesia Timur (KIT). UKDM telah terakreditasi BAN-PT.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UKDM, Abdul Basith Rahman mengatakan, keikutsertaan UKDM dalam Expo Pendidikan Sulawesi 2019 itu untuk memperkenalkan Kampus UKDM. Kini UKDM telah membuka 5 fakultas yang terdiri atas 13 prodi.

Adapun rinciannya adalah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terdiri atas 5 prodi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri atas 2 produksi, Fakultas Teknik terdiri atas 3 prodi, Fakultas Ekonomi terdiri atas 2 prodi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat terdiri atas 1 prodi

“Kita berharap output dari Expo p
Pendidikan ini bagi UKDM adalah bisa dikenal masyarakat dan calon maba,” kata Abdul Basith, Selasa (12/2/2019).

Abdul Basith menjelaskan, UKDM kini hadir dengan menawarkan kurikulum berbasis kompetensi. Tim dosen pun diupayakan semaksimal mungkin memberikan pengajaran berbasis terapan maupun penguatan teori.

Sementara itu, seorang mahasiswa Teknik Pertambangan UKDM Irfan Mahmud mengatakan, UKDM ikut memamerkan alat dan bahan dalam penerapan teknik pertambangan sekaligus contoh-contoh mineral pada Expo Pendidikan 2019.

“UKDM sebagai kampus yang baru kembali aktif tentunya acara ini menjadi ajang presentasi pada calon mahasiswa,” kata Irfan.

Irfan menjelaskan, UKDM juga kembali mengaktifkan peran- peran lembaga kemahasiswaan UKDM untuk peningkatan mutu pendidikan dan kualitas para alumni UKDM.

Irfan mengatakan, mahasiswa UKDM akan terus mengedepankan mutu pendidikan meskipun saat ini jumlahnya masih belum banyak.

“Organisasi kemahasiswaan sudah lebih aktif dari dan memperjuangkan eksistensi kamis dan cetakan mahasiswa,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *