Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dibekali Metode Penulisan Karya Tulis Ilmiah

oleh -179 views
Sejumlah siswa-siswi kelas XI SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah di Gedung Gymnasium, Selasa (19/3/2019).

Laporan : Ilmaddin Husain SPd
Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga
Melaporkan dari Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) melatih siswa berpikir cerdas dan kreatif. Dengan menulis, siswa diajak berpikir kritis untuk menemukan masalah yang ada di sekitarnya.

Setelah itu, siswa didorong berpikir kreatif untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Kaitannya dengan itu, pihak SMA Islam Athirah Bukit Baruga menyelenggarakan pelatihan penulisan KTI.

Ketua panitia pelatihan KTI, Shandra Santika Nur SPd mengemukakan, membuat karya tulis menjadi syarat kelulusan di SMA Islam Athirah. “Menulis KTI wajib untuk seluruh siswa yang akan menyelesaikan pendidikan di SMA Athirah.

Membuat KTI juga menjadi jaminan mutu sekolah,” paparnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan pelatihan penulisan KTI di Gedung Gymnasium, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/3/2019).

Pelatihan yang diikuti sekitar 107 siswa-siswi kelas XI ini bertajuk “Membangun Generasi Milenial yang Mampu Berpikir Cerdas dan Kreatif”.

Hadir dalam pembukaan, Direktur Sekolah Islam Athirah (SIA) Syamril ST MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd, wakasek kurikulum Dr Bakry MSi, dan ketua panitia Shandra Santika Nur SPd.

Hadir pula sejumlah guru diantaranya Fahira Akib SPd MPd, Hikmah SPd, Irmaningsih SSi, Dwi Azmiyana SS, Nurul Muslimah SPd, dan Ilmaddin SPd.

Shandra Santika Nur melanjutkan, pihak sekolah menyediakan buku panduan penulisan KTI. “Saat membuat proposal, silakan ananda berpedoman pada buku panduan. Pelatihan ini juga ada sertifikatnya yang akan berguna saat masuk ke perguruan tinggi,” tutur Shandra yang merupakan guru biologi ini.

Di kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril ST MPd mengungkapkan alasan mengapa harus meneliti. “Awalnya ada masalah. Pertama, saat menemukan masalah, kita berpikir kritis (critical thinking). Kedua, berpikir kreatif (creative thinking),” paparnya.

Meneliti, katanya, membutuhkan kesabaran. “Pada saat meneliti akan diuji kesabaran ananda. Semoga acara ini bisa bermanfaat. Semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Adapun pemateri pelatihan antara lain, motivator sekaligus penulis buku Sarwandi Eka Sarbini SIP. Pihaknya menyampaikan motivasi kepenulisan dengan topik mengubah ide brilian menjadi berlian.

Pemateri selanjutnya, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) Andi Syamrizal SSi MT yang menyampaikan materi perumusan masalah penelitian dan kajian pustaka.

Pemateri pelatihan ini berjumlah 4 orang. Pelatihan digelar sejak pagi hingga sore hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *