FLP Unismuh Gelar Sekolah Menulis dengan Materi PUEBI

oleh -72 views
FLP Unismuh Gelar Sekolah Menulis dengan Materi PUEBI

Laporan : Mutiaraa Zah
Anggota Forum Lingkar Pena Unismuh

BERITA-SULSEL.COM – Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting Unismuh Makassar menggelar Sekolah Menulis dengan materi PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kegiatan in dilaksanakan di Gedung Iqra’ B Lantai 2 Unismuh Makassar Ahad, 21 April 2019 pukul 14.30 sampai 16.15 waktu setempat.

Kegiatan ini dihadiri Tetta Sally, Ketua FLP Makassar serta Suhring, Sekretaris FLP Makassar. FLP Unismuh menghadirkan editor serta pimpinan redaksi CV MIB Indonesia, Aurora Rahmah sebagai pemateri PUEBI.

Sebelumnya, LFP juga menggelar literasi berupa TOWR atau Training of Writing and Recruitment, tanggal 6 hingga 7 April 2019.

“PUEBI merupakan salah satu yang menjadi penilaian utama dalam lomba-lomba kepenulisan nasional. Karenanya, kita harus mengetahui ilmu utama ini,” papar Rahmah, salah satu penggagas Komunitas Pecandu Aksara (PA).

“Yang paling sering saya temukan kesalahan PUEBI saat mengedit naskah yaitu partikel Pun, memang di EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan semua partikel Pun terpisah dengan kata yang mendahuluinya,” ujarnya.

“Sedang untuk PUEBI 2015 partikel Pun ditulis terpisah juga dari kata yang mendahuluinya, kecuali partikel Pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai, contoh: meskipun, walaupun,” tambah Aurora, Editor MIB Indonesia.

Kata Aurora, dalam PUEBI 2015 Kata depan: di, ke, dari, bertemu dengan kata yang menunjukkan keterangan waktu dan tempat itu di pisah, contoh: di tahun 2015, dari sekolah, ke rumah.

“Terdapat kata yang baru dalam dari EYD ke PUEBI, sekedar sekarang sekadar. Pete-pete itu kata yang sudah baku, coba cari di KBBI V sudah ada,” ungkap Pimpinan Redaksi MIB Indonesia.

Penggagas Komunitas PA, Rahmah menyarankan, jika ingin mengusai PUEBI, rajin-rajin membaca buku-buku ilmiah. Pasalnya, PUEBI banyak diterapkan dalam buku-buku tersebut.

“Jangan lupa untuk mengakses terus KBBI Daring, karena kita bukan penghapal kamus,” tutur Aurora Rahmah dengan senyum.

Sekolah Menulis ini merupakan program kerja FLP Ranting Unismuh yang wajib dihadiri setiap anggota baru.

Sekmen ini akan berlangsung selama 12 pertemuan dengan materi yang berbeda-beda. Tujuannya untuk menambah wawasan mengenai literasi yang akan diakhiri dengan menerbitkan karya bersama nantinya.

“Selama ini, EYD yang sering menjadi sandaran kita dalam membuat karya ternyata telah diperbaharui menjadi PUEBI. Melalui Sekmen kemarin, kita dapat membedakan antara EYD dan PUEBI,” kata peserta kegiatan (Hilyatul Janna dari jurusan Manajemen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *