oleh

Fenomena Hujan Sampai Jumpa Sahabat Lama di Tanah Suci

Laporan dr Wachyudi Muchsin SH
Humas IDI Kota Makassar
Dari Mekkah Arab Saudi

BERITA-SULSEL.COM – Pelaksanaan Wukuf di Arafah untuk jemaah haji tahun ini ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2019.

Hal tersebut sesuai dengan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang menetapkan 9 Zulhijjah sebagai hari raya Idul Adha sampai dengan lempar jumrah di Mina tahun ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya.

Pasalnya, hujan selalu menyertai baik di Arafah dan Mina, dimana ini menjadi penyejuk jamaah seluruh dunia dan fenomena alam yang amat langka sebab sangat jarang hujan saat musim haji di tanah suci

Sebab tidak pernah terpikirkan akan turun hujan. Sebab, sejak pagi hingga siang waktu Arafah saat mau wukuf dan saat mau lempar jumrah di Mina, jutaan jamaah haji seluruh dunia untuk melaksanakan sebagai syarat utama rukun haji cuaca panas capai 45 derajat tidak menyusutkan semangat seluruh jamaah untuk bisa tunaikan ibadah haji.

Sebagai tamu Allah, Insya Allah ini pertanda berkah buat seluruh jamaah haji ujar pembimbing haji ustad Abdul Kadir abu pembimbing jamaah haji Travel Tazkiyah (13/8/2019)

Selain fenomena alam ada banyak hal menarik saat beribadah haji yakni jumpa dengan kerabat atau sahabat yang tidak pernah janjian akan jumpa di tanah suci.

Termasuk penulis berjumpa dengan direktur utama pegadaian Kuswiyoto saat mengikutin proses akhir dari ibadah Haji yakni seluruh jamaah akan ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadah dan sa’i.

Kuswiyoto dan penulis sudah lama akrab saat Kuswiyoto menjabat pimpinan wilayah BRI Makassar, dimana banyak program strategis dikerjakan bersama seperti gerakan menabung serentak serta terbanyak dan donasi dompet buku serentak serta terbanyak tercacat di MURI kala itu di lapangan karebosi hingga menjabat sebagai direktur utama oegadaian tetap komunikasi dengan terjalin dengan baik ujar Kuswiyoto

Ada cerita mengharukan dari salah sayu jamaah haji Tazkiyah asal dari Gowa Mansur Daeng rombo , 58 tahun, yang profesi sebagai penjual coto sangat bersyukur tak menyangka dengan kondisi perekonomian keluarga yang biasa saja bisa menunaikan ibadah haji.

“Tidak terbayangkan menangis terharu saya,” ujar Mansyur daeng rombo bisa diberikan kesempatan naik haji mengaku memperbanyak bacaan talbiyah, zikir dan membaca Alquran selama di tanah suci

“Ibadah haji bukan mencari gelar haji depan nama namun ibadah haji itu merupakan penghambaan mengakui dosa mulai akil balik baik dosa kecil dan besar bisa diingat dan seluruhnya dilaporkan ke Allah,”

Dari penilaiannya termasuk jemaah, seluruh layanan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan baik dan lancar. Mulai dari pemondokan, katering, dan fasilitas transportasi. Apalagi tahun ini tenda di Arafah dilengkapi pendingin baik haji reguler dan haji khusus sehingga jamaah nyaman beribadah ujar Daeng rombo .

Menurut dokter Dewi Setiawati bersyukur sebagai tim medis Tazkiyah Travel bisa di amanah kan bersama Kakaknya Dr Wachyudi Muchsin merawat kesehatan tamu Allah sehingga bisa bersama Menunaikan ibadah haji dinilai sebagai anugerah dan harus termanfaatkan dengan baik sebagai jalan memperoleh banyak amalan ibadah, baik bagi dirinya maupun jemaah haji lain.

9cda70c7-d485-49ab-ab8c-bb7b3c4f21b2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed