oleh

Hari Aksara Internasional di Makassar, Memendikbud : Tingkat Literasi Indonesia Sudah di Atas 98 Persen

-News-103 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Muhadjir Effendy menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional 2019 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/9/2019).

Hari Aksara Internasional ini mengsung tema ‘Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat’. Tema ini berangkat dari kesadaran terhadap keragaman di Indonesia yang memiliki lebih dari 1.500 suku bangsa dan lebih dari 1.000 bahasa daerah dan bahasa minor.

Muhadjir Effendy juga memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota, pegiat keaksaraan, tokoh komunitas adat terpencil, Taman Baca Masyarakat (TBM) kreatif dan penghargaan keberaksaraan bagi peserta didik keaksaraan usaha mandiri.

“Keragaman budaya ini adalah aset bangsa Indonesia yang harus dipelihara, kita kembangkan sebagai wahana bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat,” terangnya.

Kata dia, Indonesia saat ini sudah mencapai tingkat literasi yang sangat tinggi, di atas 98 persen. Sehingga, tinggal kurang 1 persen lebih sedikit.

Awal kemerdekaan, waktu Bung Karno mencanangkan pemberantasan buta huruf, 97 persen penduduk Indonesia dalam keadaan buta aksara. Kemudian tahun 1974, Presiden Soeharto mencanangkan SD Inpres besar-besaran dalam rangka menuntaskan buta aksara itu.

Peranan SD Inpres luar biasa waktu itu, jelas Muhadjir, sehingga status SD Inpres harus ditingkatkan. Dulu hanya untuk pemberantasan buta huruf, untuk pengajaran baca, tulis dan menghitung (calistung) atau metode dasar anak mengenal huruf dan angka.

“Jadi sudah tidak relevan lagi kalau sekarang digunakan standar dasar untuk anak-anak milenial sekarang ini,” terangnya.

Tugas pemerintah sekarang, tambahnya, adalah meningkatkan peranan pendidikan dasar untuk menyongsong abad 21 menyiapkan Generasi Emas tahun 2045 dalam rangka menyambut dan mengikuti industrialisasi 4.0.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan, gerakan literasi sekarang ini menjadi gerakan yang terus disosialisasikan pada setiap lapisan masyarakat.

“Kegiatan literasi merupakan suatu bentuk hak dari setiap orang untuk belajar sepanjang hidupnya,” ujarnya. (*)

9c5e1ac2-841b-4700-b2b6-f109e3da7f97

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed