oleh

Bank Indonesia : Masyarakat Minim Pemahaman Uang Layak Edar

-Bisnis-88 views

BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM  – Kebutuhan akan rupiah tak bisa dipungkiri. Layaknya di Bulukumba, masyarakat masih sangat membutuhkan perhatian khusus untuk peningkatan pengetahuan terhadap penggunaan juga perlakuan pada uang.

Sesuai misi bank Indonesia saat ini, pimpinan Bank Indonesia wilayah Sulsel Bambang Kusmiarso mengatakan pengetahuan masyarakat akan uang layak edar masih sangat minim khususnya di daerah Bulukumba juga beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan.

“Masih sangat banyak masyarakat yang tidak tau kemana mereka akan menukarkan ketika uangnya rusak akibat kebakaran atau mungkin karena cara menyimpannya,” ungkap Kepala Pimpinan Wilayah Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso sesaat setelah membuka Gebyar Cinta Rupiah di Bulukumba, Minggu (6/10/2019).

Kebutuhan akan uang tunai layak edar diakui Bambang sangat besar di Bulukumba. Hal ini dibuktikannya dengan melakukan survei terlebih dahulu di daerah ujung bulu.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Sukri A. Sappewali membenarkan, minimnya pemahaman masyarakat yang dipimpinnya akan uang layak edar.

Kata dia, masyarakat memiliki rasa ketakutan untuk menitipkan uangnya di bank karena pemahaman yang kurang. Sehingga tak bisa dipungkiri kebanyakan orang memiliki uang kusang tak terawat.

Bukan hanya itu tutur Sukri, sebagian masyarakat masih menyimpan dan memperlakukan uangnya secara tidak benar.

“Ada yang menyimpan uangnya di kantong secara terlipat, ada juga yang hingga bertahun-tahun sehingga robek atau pun usang,” katanya.

Melalui gebyar cinta rupiah ini, Bupati maupun Pimpinan Bank Indonesia Wilayah SulSel berharap masyarakat paham akan pentingnya cinta terhadap uang sebagai pemersatu bangsa.

9c5e1ac2-841b-4700-b2b6-f109e3da7f97

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed