oleh

PrintQoee.com Hadir Menjawab Seluruh Kebutuhan Print Out di Indonesia

-Bisnis-89 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – PrintQoe.com, online printing B2B dan B2G pertama di Indonesia, hari ini mengumumkan telah memperluas jangkauan layanannya hingga lebih dari 133 kota dan kabupaten yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Hal ini menjadikan PrintQoe.com sebagai platform cetak online pertama yang menegaskan kembali solusi Distribute & Print sebagai jawaban atas tantangan efisiensi biaya dan total kecepatan waktu pengerjaan tiap departemen dalam perusahaan saat ada permintaan cetak untuk kebutuhan di berbagai lokasi, terutama ke luar kota.

Chief of PrintQoe.com Adi Vidyanto, mengungkapkan Solusi Distribute & Print ini pun terbukti dapat mengurangi beban biaya distribusi cetak digital dari satu kota ke kota lainnya minimum 30% dan mempersingkat total waktu produksi sampai dengan pengiriman hingga 2-5 kali lebih cepat.

“Solusi Distribute & Print mempertegas posisi PrintQoe.com sebagai mitra kerja untuk layanan cetak online B2B dan B2G yang membantu perusahaan menempatkan efisiensi biaya cetak dan distribusi, serta kecepatan produksi sampai pengiriman, sebagai value proposition dari PrintQoe.com,” paparnya.

“Untuk memperkuat rantai ekosistem ini, PrintQoe.com telah bermitra dengan printing partner yang tersebar di 34 provinsi Indonesia,” jelasnya.

Kini dengan adanya layanan PrintQoe.com seluruh kebutuhan cetak dokumen perusahaan A tidak perlu diproses dari Jakarta dan dikirimkan melalui kargo pesawat, karena perusahaan A dapat mencetak seluruh kebutuhannya melalui solusi Distribute & Print di PrintQoe.com.

“Caranya cukup mudah dan cepat, sesudah registrasi dan login, perusahaan tinggal mengunggah dokumen, masukan titik tujuan pengiriman, kemudian PrintQoe.com akan mendistribusikan file yang diperlukan ke kota tujuan,” jelasnya.

Sehingga cetakan yang dibutuhkan dapat dipersiapkan di kota dimana acara akan diadakan dan didistribusikan setelah selesai proses cetak. Hal ini tentu dapat menekan biaya kirim, dan total waktu persiapan menjadi jauh lebih singkat.

Hal ini tentunya dapat meningkatkan kontribusi transaksi ekonomi digital Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, di mana menurut laporan berjudul The Digital Komodo Dragon: How Indonesia Can Capture the Digital Trade Opportunity at Home and Abroad, pada tahun 2030 aktivitas transaksi ekonomi akan mengalami pertumbuhan hingga 18 kali lipat menjadi Rp 2,305 triliun dari sebelumnya Rp 125 triliun pada 2017.

9c5e1ac2-841b-4700-b2b6-f109e3da7f97

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed