oleh

Bibit Jagung Bantuan Disita Polisi, Kadistan Bone Geram Enggan Tandatangan

-Daerah-159 views

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Diduga akan diperjual belikan, polisi akhirnya menyita 142 karung atau sekitar 2840 kilogram bibit jagung bantuan dari 2 lokasi berbeda, Minggu, 1 Desember lalu.

Dari keterangan Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Dodi Ramaputra, pihaknya sudah memeriksa 5 orang terkait bibit jagung bantuan tersebut, namun belum ada tersangka dalam kasus ini karena polisi masih memerlukan beberapa keterangan termasuk dari Dinas Pertanian.

“Sampai hari ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang yang terkait atau ada hubungannya dengan temuan benih jagung bantuan pemerintah ini. Kami juga telah turun ke lapangan menemui beberapa kelompok tani,” ujarnya.

“Hasil sementara yang kami peroleh bahwa memang benar ada persoalan dalam hal proses penyaluran benih jagung ini, namun kami masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka karena kami masih memerlukan informasi dari pihak terkait khususnya Dinas Pertanian atau pihak PT BISI internasional Tbk sebagai penyedia atau produsen” tutur Dodi.

Dodi juga menyebut 1 dari 5 orang yang diperiksa adalah anggota dari Pemuda Tani Bone.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Sunardi Nurdin, ikut geram dan mengancam tidak akan menandatangani pertanggungjawaban bibit sebagai syarat diturunkannya dana pembelian dari pusat.

“Persoalan letaknya dipenyaluran, bisa jadi dia jual atau diberikan ke kelompok tani yang lain. Saya tidak mau tandatangan kalau bermasalah” ujarnya.

Sunardi menjelaskan keberadaan Gempita atau Gerakan Pemuda Tani yang diberikan program oleh mantan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Namun seiring waktu, Gempita diketahui Sunardi terbagi lagi menjadi tiga dan masing-masing punya CPCL diluar Dinas Pertanian.

“Gempita dalam perjalanan terbagi tiga, mereka buat cpcl diluar kami. Ada aksesnya atas perintah Mentan dan tugasnya mendampingi. Setelah dibagikan ini bibit ada berita acara, ini Bisi kan menang tender, cuma belum ada yang dibayar. Mungkin yang harusnya diberi cpcl tidak sampai semua, alasannya diberikan juga petani yang tidak masuk cpcl, jadi dia tidak revisi, tapi kurangi jatahnya” terang Sunardi.

Kemungkinan bibit jagung bantuan ini diperjualbelikan juga masih didalami polisi karena dari keterangan saksi baru diketahui kalau ini adalah kesalahan penyaluran. (eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed