oleh

Selamat Jalan, Prof Murdifin Haming

-News-844 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM –Suasana duka terasa begitu pekat menyelimuti Masjid Umar Bin Khattab di Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (20/1/2020) pagi.

Di Masjid itu, jajaran pimpinan yayasan dan rektorat serta dekan dan staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI hadir untuk menshalatkan Prof. H. Murdifin Haming, SE, M.Si, Ph.D – Guru Besar FEB UMI yang meninggal dunia pada Minggu (19/1/20) petang, di rumahnya Jl. Rappokalling, Makassar.

Rektor UMI Prof. Dr. H.  Basri Modding, M.Si tak kuasa menahan tangis saat memberi sambutan.

“Almarhum tak pernah kita dengar marah. Bahkan suaranya saja nyaris tak terdengar,” ujar Basri, tersedu.

Maksud pernyataan Basri, menggambarkan sosok Almarhum adalah orang yang bicaranya sangat lembut dan menghargai lawan bicara. Bahkan tak pernah memotong pembicaraan orang.

Sebelumnya, Dekan FEB UMI Prof. Dr. H. Mahfud Nurnajamuddin, MM tampil membaca biodata singkat almarhum dengan penuh haru.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, M.Si, Anggota Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) juga larut dalam kesedihan.

Mansyur adalah rekan seperjuangan dosen kelahiran soppeng itu mulai dari sama-sama kuliah di UMI pada awal 1980-an hingga sekarang sama-sama menjabat di Yayasan Wakaf UMI.

Mansyur Ramli Ketua Dewan Pembina, sedangkan Murdifin Haming Ketua Dewan Pengawas.

Pada kesempatan itu, Mansyur berpesan pada civitas akademika UMI yang hadir untuk meneruskan perjuangan almarhum dalam mengembangkan UMI dengan mencontoh sifat-sifatnya : kesabaran, ketabahan, kearifan dan kerja keras tampa pamrih.

“Selamat jalan sahabatku, semoga kami semua yang engkau tinggalkan bisa meneruskan apa apa yg telah engkau wariskan”, tutur Mansyur, menahan tangis.

Dimakamkan di Soppeng

Usai beberapa kata sambutan, keranda almarhum pun diangkat menuju mobil ambulance. Tampak rektor, para wakil rektor dan dekan FEB UMI ikut mengusung keranda tersebut.

Dosen kelahiran tahun 1945 akan di makamkan kampung halaman nya, Soppeng. Kota Soppeng dengan julukan Kota Kelelawar itu berjarak sekitar 170 KM dari Kota Makassar.

Selamat jalan Prof. H. Murdifin, Selamat jalan salah satu pejuang kampus UMI Makassar.

Terima kasih banyak atas segala bimbingan dan darma baktimu.

UMI Makassar Berduka

UMI benar-benar diselimuti duka, khususnya FEB. Dua Guru Besar nya di panggil kembali ke haribaan Allah SWT dalam waktu hanya berselang enam hari.

Prof H. Murdifin berpulang hari Minggu (19/1/20), dalam usia 74 tahun, sementara Prof. H. Mursalim Umar Gani – yang juga Guru Besar FEB meninggal dunia, Senin (13/1/20), di usia 68 tahun. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed