oleh

Rutan Bukan Penjara, tapi Rumah Pembinaan

-News-185 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepribadian dan kemandirian adalah hal yang perlu mendapatkan perhatian, apalagi dengan berstatus warga binaan Rutan Makassar.

Hal itu disampaikan Kepala Sub Seksi Bimbingan Kegiatan Kerja Aslan Muhammad, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, warga binaan yang saat ini berada dalam area Rutan tersebut bukan sekedar menanti masa pidana saja. Tetapi, segala bentuk pembinaan baik kepribadian maupun kemandirian diberikan pihaknya sebagai bentuk perhatian atas khusus.

“Ada dua hal yang mendasar menjadi rutinitas sehari-hari warga binaan, baik wanita maupun laki-laki, seperti keterampilan, salon, laundry juga pembuatan peralatan rumah tangga ada disini,” tuturnya.

Jumlah 2467 perhari ini, hal itu tak menjadikan pihaknya untuk membiarkan narapidana melalui masa hukuman begitu saja.

Terbukti, kata dia, berbagai produk kerajinan tangan telah banyak dihasilkan dari warga binaan wanita selama ini.

Hal itu pun diapresiasi Kepala Rutan 1 Makassar, Sulistyadi atas peran yang digeluti seluruh stakeholder di tempatnya kini.

Menurutnya, selain itu bisa memberikan dpak yang positif juga ke depan bisa memberi ruang atau lapangan pekerjaan bagi mereka setelah keluar dari Rutan.

Sementara itu, Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Kelas 1 Makassar, Fadil Mubarak mengatakan, kapasitas yang saat ini diketahui over diyakininya dapat diatasi berkat adanya kegiatan keterampilan tersebut.

“Selain bisa meminimalisir dampak traumatis menjalani masa pidana juga memberi ruang untuk berkreasi menjadi lebih produktif sebagai warga binaan,” ungkapnya.

Dengan kata lain, sebut Fadil, warga binaan identik dengan anak sekolah yang harus dibimbing dan diberdayakan.

“Layaknya gelas berisi air namun kotor yang kita berupaya untuk menjernihkannya kembali,” tambahnya sambil tersenyum.

Berharap dengan pembinaan selama dalam kawasan Rutan memberi kesan positif dan berdaya guna kelak mereka telah meninggalkan ruang yang kebanyakan orang menilainya menyeramkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed