oleh

Legislator Gowa Apresiasi Simulasi Peringatan Dini Banjir Sungai Jeneberang

-Daerah-495 views

BERITA-SULSEL.COM – Legislator DPRD Kabupaten Gowa, Diana Susanti Tunru memberikan apresiasi upaya peringatan dini melalui simulasi evakuasi banjir Sungai Jeneberang yang dilakukan di Pangkabinanga Kecamatan Pallangga Gowa, Rabu (22/1).

“Kami senang mendengar kabar Kelurahan Pangkabinangan menjadi pusat latihan Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Jeneberang yang di inisiasi oleh Japan International Coorporate Agency (JICA) bekerjasama dengan BNPB, BPBD Provinsi Sulsel, BPBD Kabupaten Gowa dan para Peneliti UNHAS ini,” kata Diana di sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur hari ini.

Diana Tunru yang juga srikandi Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa ini mengaku siap mengawal seluruh kebijakan yang berkaitan dengan penanganan bencana di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Gowa.

“Kegiatan simulasi seperti ini sangat penting. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kita perlu berjaga-jaga untuk antisipasi bencana yang tidak diinginkan. Warga perlu di edukasi,” ucap mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI) Pusat ini.

Sebelumnya melalui Press Release resmi Humas Pemkab Gowa, Deputi Pencegahan Bencana BNPB RI, Lilik Kurniawan menjelaskan terkait latihan dini yang dilaksanakan di Gowa.

“Kami memfasilitasi untuk membangun sistem peringatan dini di wilayah ini. Jika sudah terbangun dan terlatih maka masyarakat akan memahami dan dapat merespon informasi peringatan dini yang disampaikan. Tujuan utamanya meminimalisir bahkan meniadakan korban nyawa akibat banjir,” jelasnya.

Peringatan dini memiliki beberapa fase. Sebagaimana dijelaskan lebih lanjut oleh Lili.

“Pertama, sebelum ada kejadian bencana, kita sudah harus tahu daerah mana yang rawan banjir. Kita sudah harus punya data lengkap. Fase kedua, mengetahui penyebab banjirnya itu apa. Apakah curah hujannya cukup tinggi, sehingga menyebabkan Volume air di DAS Jeneberang meningkat, atau penyebab lainnya. Inilah yang kemudian diberikan tanda simple berupa warna,” terangnya.

Berdasarkan hasil dari kesepakan bersama ada tiga warna yang akan menjadi penanda ketinggian air di DAS Jeneberang yakni, warna kuning menandakan status waspada, warna orange siaga dan warna merah status awas.

“Setiap warna memiliki makna, jika air sudah berada pada warna kuning artinya kita berada di tahapan waspada. Berarti proses evakuasi terhadap kelompok rentan yaitu para manula, penyandang disabilitas, anak anak dan ibu hamil sudah harus berlangsung. Warna orange berartk siaga artinya semua warga yang berada di daerah rawan banjir semuanya sudah di evakuasi kelokasi yang ditetapkan sebagai titik evakuasi. Terkahir itu warna merah atau awas dimana seluruh warga harus berada di tempat posko yang telah ditetapkan,” jelas Lilik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis berharap dengan adanya simulasi ini semakin meningkatkan daya tanggap masyarakat, termasuk seluruh aparat yang terkait kalau sekiranya nanti terjadi bencana seperti yang disimulasikan ini.

“Saya yakin dengan digelarnya simulasi ini betul-betul memberikan pemahaman kepada kita bersama mulai dari aparat dari berbagai elemen seluruh warga. Bagaimana tugas dan tanggung jawab ketika terjadi kondisi-kondisi yang siap untuk diantisipasi. Sehingga tidak terjadi korban yang besar terutama korban jiwa,” pungkasnya (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed