oleh

Menunggu Permohonan Maaf, Kasus Wasit Bone VS Anggota DPRD Sulsel Berlanjut

-Daerah-412 views

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Hari kelima usai aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Sulsel, Muhammad, terhadap wasit di Bone, Ficky Warlang, kini menunggu hasil gelar perkara di Mapolres Bone.

Kasus ini sepertinya akan terus berlanjut karena belum ada kesepakatan damai oleh kedua belah pihak seperti yang dikatakan oleh Ficky, wasit yang jadi korban penganiayaan tersebut.

Ficky yang ditemui di Stadion La Patau Bone, Rabu (22/1/20) sore, mengatakan kalau sampai detik ini belum ada itikad baik dari terduga pelaku untuk menyampaikan maaf atas kejadian penganiayaan yang terjadi pada Jumat, 17 Januari lalu.

Saat kejadian, Ficky mengaku dicekik oleh Muhammad saat pertandingan bola antara tim sepakbola Putra Nipa melawan tim Timur Kota berlangsung di menit ke 23 babak pertama. Usai visum, Ficky atas persetujuan komisi wasit langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

“Pelaku manager tim sepakbola, dia seakan tidak terima, masuk ke lapangan saya hadang, langsung dia cekik saya. Dari kemarin-kemarin sampai sekarang kami tunggu itikad baik tapi tidak ada” ungkap Ficky.

Meski tidak menutup ruang mediasi dengan pelaku, namun Ficky mengaku jika hal itu terjadi dirinya tetap harus melapor dan minta pendapat pada komisi wasit yang mendukung pelaporan terhadap pelaku.

Menanggapi pernyataan korban, Muhammad sebagai terlapor, justru menunggu pihak pelapor cabut laporan karena meski belum menyampaikan maaf secara langsung, Muhammad mengaku sudah mengutus orang untuk mewakilinya.

“Sebelum saya ke Makassar saya sudah utus orang untuk atur pertemuan dengan korban cuma korban tidak mau” terangnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Pahrun, menjelaskan kalau dalam hal pemeriksaan Muhammad sebagai anggota DPRD provinsi, pihaknya harus bersurat dulu ke Mendagri.

“Kita periksa saksinya setelah itu baru kita gelar, prosesnya sudah sesuai dengan undang-undang bahwa MD3 itu kan harus bersurat ke Mendagri, ya memang ribetlah, untuk sementara dia masih saksi” jelas Pahrun.

Pahrun menjanjikan dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara terkait kasus ini sembari melayangkan surat ke Mendagri sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terlapor. (eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed