oleh

Dorong Pemkot Makassar Tingkatkan Pengawasan KTR, Hasanuddin CONTACT Gelar Policy Review Meeting

-News-154 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Hasanuddin Center for Tobacco Control and NCD Prevention (CONTACT) menggelar Policy Review Meeting atau Rapat Tinjauan Kebijakan terkait Perda No. 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kota Makassar.

Diketahui, Hasanuddin CONTACT merupakan Lembaga Pusat Kajian dan Penelitian Pengendalian Rokok dan Penyakit tidak Menular dibawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin.

Kegiatan yang digelar  di Ballroom Hotel Aerotel Smile, Jalan Muchtar Lutfi, Selasa (28/1/2020) melibatkan sejumlah kalangan diantaranya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Akademisi, Pemuka Agama, LSM, dan Perwakilan Media.

Planning and Operation Manager Hasanuddin CONTACT, Ara Hamdani saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaksanaan pengawasan KTR di kota Makassar berjalan dengan maksimal.

“Sampai hari in sudah ada Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh pihak Pemkot, namun belum maksimal. Jadi keberadaan kami bagaimana bisa mendorong itu, memfungsikan Satgas KTR dalam melakukan upaya-upaya pengawasan,” ujar Ara sapaan akrabnya.

Ara juga menyampaikan, salah satu output dari kegiatan Policy Review Meeting ini untuk melahirkan pedoman implementasi KTR dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil di Kota Makassar.

“Jadi nanti bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota ada buku panduan dalam bentuk buklet, bagaiamana impelemntasi KTR. Nantinya juga bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Semisal ada yang mau buka cafe dengan konsep KTR, bisa membaca buklet itu seperti apa langkahnya,” jelasnya.

Selain fokus dengan penegakan KTR, tahun 2020 ini Hasanuddin CONTACT akan bergerak pada pengawasan iklan rokok yang terpajang diberbagai lokasi keramaian seperti fasilitas pemerintah, kesehatan serta sejumlah ruas jalan.

“Mungkin bisa kita lihat, peningkatan distribusi iklan rokok dari tahun ke tahun disejumlah ruas jalan di kota Makassar. Fokus kita itu, karena kita kasian melihat remaja yang awalnya tidak merokok, lantas melihat iklan rokok yang menarik misalnya, sering terpapar sehingga terpengaruh untuk merokok,” tutup Ara.

Penulis : Taufiq Quridatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed