oleh

HPN 2019, Andi Mustaman : Stop Kekerasan Pers

-News-125 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tanggal 9 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Peringatan ini momentum bahwa kebebasan untuk pers mendatangkan manfaat bagi masyarakat banyak.

Hal ini disampaikan Bakal Calon (Balon) Wali Kota Makassar, Andi Mustaman saat ditemui di Media Center Aman for Makassar, Minggu (9/2/2020). “Manfaat kebebasan itu harus jelas untuk masyarakat kita semuanya,” jelas Aman sapaan akrab Andi Mustaman.

Hal yang tak kalah penting menurut Aman adalah kebabasan pers harus memberikan jaminan kepada para jurnalis untuk tidak lagi mendapatakan kekerasan saat menjalankan kerjanya. “Stop kekerasan terhadap pers, jangan ada lagi kekerasan terhadap pers,” ujar Aman.

Untuk itu, Aman berharap para pihak yang terkait untuk menindak dengan tegas kepada oknum yang melakukan kekersan terhadap pekerja pers sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Bagi media dan jurnalis, Aman berharap untuk terus memperbaiki diri. Informasi yang dibuat berdasarkan fakta dan dapat dipercaya, merupakan modal dasar sebuah media untuk disebut sebagai media yang dapat dipercaya.

“Ketika bicara soal media mainstream, media mainstream juga harus menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta. Karena media itu yang dijual adalah integritas, bagaimana dia menyampaikan informasi sesuai dengan fakta, integritasnya dipercaya,” papar Aman.

“Jurnalis harus lihat sosial media, harus membaca surat kabar secara pintar, cerdas dalam membaca dan untuk mencari tahu media yang benar atau tidak, untuk mengerti dengan benar mengenai perspektif dalam berita yang dibuat jurnalis, untuk tahu kalau kabar itu benar atau tidak,” jelas Aman.

Aman menambahkan, sikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun media resmi, perlu dimiliki oleh masyarakat selaku konsumen media, agar dapat memperoleh informasi yang benar dan terpercaya. Masyarakat yang kritis akan mendorong pers untuk menghadirkan informasi yang benar dan berdasarkan fakta.

“Hal yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengkritisi, mengevaluasi, siapa kemudian yang menyampaikan pesan ini, ada motif apa kemudian informasi ini disampaikan begitu saja, kemudian seberapa kredibel siapa yang menyampaikan informasi. Itu penting kemudian agar kita bersama-sama mampu untuk mengkritisi dan menyaring informasi yang sangat baik,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed