oleh

Sambut Idul Fitri, IDI Makassar Gelar Potong Rambut Protap Covid-19

-News-86 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – menyambut hari raya Idul fitri 1441 H, ada yang unik di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Jalan Topaz, Jumat, (22/5/2020).

Selepas sakat Jumat, sejumlah orang sedang antre untuk dicukur seseorang yang memakai baju hazmat, ternasuk salah satu yang ingin di cukur Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof. Dr. Irawan Yusuf, PhD.

Salah satu alasan datang cukur ke IDI Makassar, selain memang rambut sudah agak panjang, juga mendukung program edukasi yang ingin disampaikan IDI Kota Makassar ke masyarakat.

Tiga sektor yang ingin disampaikan yakni kesehatan, sosial dan ekonomi ditengah pandemi virus corona. Setiap orang harus bisa bersamaan jalan, tapi dengan catatan menjalankan protap kesehatan Covid yang ketat seperti saat ini yang mencukur pakai baju hazmat, masker serta peralatannya di bersihkan dengan disinfektan.

“Selain itu, orang yang akan dicukur menggunakan masker dengan tangan dibersihkan dengan disinfektan, potong rambut dilakukan dengan protap Covid-19,” ujar pria yang lahir di Makassar, 11 Februari 1957 ini .

Satu persatu dokter yang selama ini turun di garda terdepan melawan penyebaran Covid-19, dicukur agar terlihat lebih rapi. Maklum saja, selama dua bulan rambut para dokter sudah memanjang karena tidak pernah dipotong.

“Sudah dua bulan kami turun melakukan tugas dalam melawan penyebaran Covid-19. Sehingga para dokter dan tenaga kesehatan tidak memiliki waktu untuk mencukur rambut yang memanjang,” ujar Ketua IDI Kota Makassar Dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Makassar dr Wachyudi Muchsin SH

Kata dr Siswanto, para dokter di Makassar yang tergabung satgas IDI Kota Makassar tanggap Covid-19 setiap hari tanpa libur keliling ke rumah sakit, puskesmas untuk penyemprotan disinfektan.

Selain itu, para dokter juga membagikan APD dan Handsanitizer, termasuk saat bulan ramadan. Tim juga membagikan donasi buka puasa.

Banyaknya kegiatan, para dokter lupa mengurus diri sendiri. Hari minggu, relawan kemanusiaan ini bersepakat untuk melakukan relaksasi dengan memotong rambut .

Inisiator kegiatan dr. Sulfikar A. Goesli, MM.AAK mengatakan pesan yang ingin disampaikan, jangan menganggap bahwa Corona ini hal yang biasa.

“Ini virus yang harus diwaspadai, sehingga kami saja sebagai dokter melakukan potong rambut dengan protap Covid-19, sebagai bentup upaya pencegahan” terangnya lagi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed