oleh

Bupati Lutra Tanam Perdana Penangkar Benih Padi di Desa Tarobok

-Daerah-41 views

LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menunjukkan totalitasnya dalam menanam padi dengan menggunakan alat mesin tanam padi otomatis atau rice transplanter.

Aksi ini ia tunjukkan saat menghadiri acara Tanam Perdana Penangkar Benih Padi Kerjasama Pemda Lutra, Unhas dan Taiwan, Senin (29/6/2020), di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta.

Bak petani pada umumnya, Bupati beralias IDP ini tanpa canggung melakukan tanam padi dengan menggunakan rice transplanter. Menariknya, ia melepas sepatu boots yang diberikan. Aksi Bupati perempuan pertama di Sulsel ini mendapat applaus dari petani yang hadir. Acara ini didahului penyerahan bantuan hibah berupa alsintan kepada beberapa kelompok tani.

Alsintan yang diberikan, khusus di Kecamatan Baebunta, yaitu berupa traktor roda dua sebanyak 3 unit, traktor roda empat (1), combine padi (1), pompa air (2), power threser (1), serta bantuan benih padi 40 hektar (1.200 kg). Selain itu, juga diberikan bantuan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian serta sarana dan prasarana pertanian lainnya.

Bupati Indah berharap, dengan adanya program penangkar benih padi ini, Luwu Utara bisa lebih berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian. Mengingat mayoritas masyarakat Lutra 80% bergerak di sektor pertanian, sehingga tidak salah kemudian sektor ini menjadi salah satu skala prioritas pembangunan di Luwu Utara.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam program ini, termasuk kepada para penyuluh pertanian kita yang telah bekerja keras mendampingi petani di lapangan. Terus terang, saya belajar banyak dari teman-teman penyuluh pertanian. Sekali lagi, semoga program ini bisa membawa Luwu Utara menuju terwujudnya kedaulatan pangan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, luas lahan sawah di Lutra pada 2019 mencapai 28.970.90 Ha, dengan luas tanam 49.005,80 Ha dan luas panen 46.008,80 Ha, dengan produksi mencapai 262.955,39 ton GKP atau rerata provitas mencapai 5,83 ton/ha dengan surplus beras 90.601,75 Ton. Sementara konsumsi beras 118 kg/kapita/tahun dan Sulsel sendiri 109,37 kg/kapita/tahun.

Nah, untuk tahun 2020 ini, sampai bulan Mei 2020, luas tanam di Kabupaten Luwu Utara kini sudah mencapai 21.427,10 Ha, luas panen 19.715,60 Ha, dan produksi 104.363,52 Ton Gabah Kering Panen (GKP) serta produktivitas 5.56 Ton/Ha. Angka-angka ini sudah menunjukkan bahwa Luwu Utara pada 2020 ini sudah surplus beras 34.477,89 Ton.

Turut hadir dalam acara ini, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultutra dan Perkebunan (DTPHP) Rusydi Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Alauddin Sukri, Camat Baebunta Andi Yasir Pasande, Kapolsek Baebunta, Danramil Baebunta, Kepala Desa Tarobok, Koordinator BPP Baebunta Nurbawiah, serta para Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Baebunta. (LH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed