oleh

Menuju Zona Integritas, Warga Bone Kini Bisa Laporkan Jaksa “Nakal”

-Daerah-160 views

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sambut Hari Bakti Adhyaksa ke-60,  melalui SK Kepala Kejaksaan Negeri Watampone bernomor KEP -176/P.4.14/CP.1/06/2020, terbentuk tim perumusan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Tim ini terdiri dari para jaksa muda sebagai langkah awal perubahan sikap dan konsep pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, bersih, jujur dan adil. Mewakili tim, Imdad Mahatfa Virya, selaku sekretaris tim perumus pembangunan zona integritas Kejaksaan Negeri bone menegaskan kalau Kejaksaan saat ini sudah menggunakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan, Terdakwa Korupsi Dana PAUD Bone “Titip” Uang ke Kejaksaan

“Konsep tergantung pada layanan, sekarang kalau mau ketemu jaksa, apalagi Kajari tidak boleh ditempat tertutup. Ada perubahan konsep yang dulunya jahiliyah, transaksional menjadi transparan, akuntabel dan bersih, era baru diisi anak muda” terang Imdad.

Tak hanya soal pelayanan, Kejaksaan kini menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Bone, menyeleksi mahasiswa yang memiliki nilai tinggi untuk langsung magang di Kantor Kejaksaan Bone.

Baca Juga : Bukan Glaukoma, Pengacara Sebut Terdakwa Korupsi Dana PAUD Bone Mengidap Tumor

“Kami terinspirasi program pra kerja pemerintah, kami seleksi yang nilainya tinggi ditugaskan sebagai penyiap administrasi jaksa, mulai berangkat kantor, hubungi panitera, sidang gimana, KUHAP seperti apa, apa itu barang bukti, karena teman-teman di kampus selama ini hanya teori, makanya praktek harus bisa” lanjutnya.

Beberapa program saat ini tengah digodok oleh para jaksa muda untuk menyiapkan alur pelayanan komprehensif namun tetap melibatkan unsur Bone, yakni penguasaan bahasa bugis yang fasih.

“Akan ada alur pelayanan komprehensif, ada web untuk penilaian kinerja kejaksaan menggunakan barcode, bisa foto dan dihubungkan ke link. Kami yakin masyarakat pasti tertarik karena sistemnya kita buat transparan, kalau ada jaksa nakal, laporkan” beber Imdad.

Program ini sendiri mendapat dukungan penuh oleh Kajari Bone, Eri Satriana, yang berharap para jaksa muda ini menjadi tonggak penegak keadilan berbasis kejujuran, integritas dan kapabilitas.

“Yah ini rencana yang semoga bisa berjalan, membuat alur yang diisi orang-orang baik dan diawasi orang baik sehingga outcome dan outputnya pun baik. Ini ide dari jaksa-jaksa muda yang tentunya harus dapat persetujuan Kasi masing-masing, parameter dan indikator keadilan seperti apa, inilah yang akan disosialisasikan ke masyarakat” ujar Eri.

Untuk lebih meyakinkan masyarakat terhadap transparansi Kejaksaan, awak media juga dilibatkan dengan dibuatkan media center tepat didepan kantor Kejaksaan Negeri Bone. (eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed