oleh

PTUN Makassar Tak Terima Gugatan Dr Sudirman ke Rektor UMI

-News-308 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar tak menerima gugatan mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, Dr Sudirman ke rektor UMI.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Hukum Rektor UMI, Prof Dr Sufirman Rahman SH MH kepada berita-sulsel.com, Rabu, 16 September 2020.

“Kata dia, hari ini telah diputuskan perkara dengan Nomor 49/G/ 2020/PTUN.Mks tertanggal 16 September 2020. Ahlamdulillah, sebagaimana dilihat histori putusan Mahkama Agung, gugatan penggugat tak diterima dan menghukum penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp255.000,” ujarnya.

Video Penjelasan Ketua Tim Hukum Rektor UMI, Prof Dr Sufirman Rahman SH MH

Kata dia, melihat bahwa dasar pertimbangan PTUN adalah fakta persidangan, hal ini menunjukkan bahwa pemilihan dekan FKM UMI dilakukan sendiri oleh penggugat Dr Sudirman, dimulai dari pembentukan panitia sampai sosialisasi dan pemilihan.

Bahkan, jelas Prof Sufirman, rapat senat dipimpin langsung oleh Sudirman. “Pak Sudirmanlah yang mengajukan calon dekan yang akan mengikuti sistem pemilihan,” ujarnya.

“Hasilnya, Dr Suharni memiliki skor tertinggi. Hal itu menjadi dasar rektor UMI untuk terbitkan surat keputusan. Hal ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari ketua yayasan Wakaf UMI,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh tahapan pemilihan calon dekan FKM UMI dilengkap dengan skedul, bahkan tanggal pemilihan hingga pelantikan yakni 1 April 2020.

Majelis hakim yang menerima dan memeriksa perkara ini berpendapat, semenjak Dr Sudirman melakukan proses tahapan di fakultas, ia mengetahui bahwa akan diganti sebagai dekan pada tanggal yang ditetapkan.

“Sejak tanggal 1 April, menurut pendapat mejelis hakim, pak Sudirman tak punya kepentingan hukum lagi. Laboratorium uji menujukkan, Prof Basri Modding tidak melakukan kesewenang-wenangan dari jabatannya sebagai rektor UMI,” terangnya.

Prof Sufirman menilai, sikap Dr Sudirman tak konsisten dengan perilakunya. “Pak Sudirman tahu, bagaimana aturan internal UMI. Seperti dirinya digantikan Dr Suharni, pak Sudirman juga Dr Zainuddin SE MSi sebagai dekan FKM UMI sebelum masa jabatannya berakhir,”paparnya.

Kuasa hukum Dr R Sudirman, Hari Ananda Gani, S.H menyampaikan, langkah pihaknya tidak sampai di sini. Ini menyangkut pemulihan nama baik karena gugatan perdata juga sementara berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Kata Hari, pihaknya masih mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum selanjutnya. “Bukan berarti sampai di sini. Persoalannya saya belum menerima salinan putusan,” ujarnya.

Agar publik tak salah tafsir, jelas Hari, harus dibedakan putusan ditolak dan putusan tidak dapat diterima.

“Terkait putusan pada perkara ini, amarnya adalah tidak dapat diterima, berarti ada hal formil yang menurut hakim, penggugat belum penuhi. Inilah nanti kami akan pelajari, seperti apa pertimbangan majelis hakim,” tegasnya.

Sedangkan putusan ditolak, menurutnya, ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed