oleh

Palsukan Izin, Owner Pupuk Biotani Plus Dipolisikan

-Hukum-92 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Ali, Owner PT. Tunas Harmoni Abadi, perusahaan yang memproduksi pupuk organik cair merek biotani plus dipolisikan rekannya, Taufik.

Taufik, owner PT Tri Harmoni Abadi atau perusahaan yang jyga memproduksi pupuk organik cair bermerek biota plus itu melaporkan Ali ke Polrestabes Makassar atas perbuatannya yang dianggap merugikan.

Ali diduga memproduksi serta mengedarkan pupuk buatannya yang bermerek biotani plus dengan menggunakan izin produksi pupuk biota plus milik Taufik.

“Jadi selama ini Ali memproduksi pupuk sekaligus memasarkannya ke tengah masyarakat menggunakan izin Departemen Pertanian (Deptan) milik perusahaan pupuk saya, biota plus,” kata Taufik saat di konfirmasi melalui via telepon, Senin (16/11/2020).

Taufik baru mengetahui tindakan Ali, setelah mendapatkan informasi dari rekannya yang lain. Dimana Ali diam-diam telah memasarkan produksi pupuknya, biotani plus melalui media sosial (medsos) namun menggunakan izin Deptan pupuk merek biota plus yang merupakan produksi perusahaan milik Taufik, PT Tri Harmoni Abadi.

Terhitung selama 5 tahun atau sejak tahun 2015 hingga Agustus 2020, Ali dikabarkan telah menjalankan aktivitas ilegal yakni memproduksi serta memasarkan pupuk organik cair miliknya bermerek biotani plus dengan menggunakan izin Deptan milik pupuk organik cair merek biota plus.

“Kurang lebih 5 tahun jalan perusahaan ilegal itu yah, tanpa ada pemberitahuan ke saya. Dia punya tindakan mengangkat dirinya sebagai Direktur Utama PT. Tri Harmoni Abadi dan segala macam,” ujar Taufik.

Taufik sempat mempertanyakan langsung ke Ali tentang perbuatannya itu. Namun Ali menyangkal. Belakangan Taufik mendapatkan informasi berbeda.

“Dengan izin Allah saya mendapat informasi perbuatan Ali lewat teman-teman yang aktif bermedsos,” terang Taufik.

Ia mengaku telah mengantongi bukti-bukti perbuatan Ali. Dimana pupuk yang dipasarkan jelas bermerek biotani plus namun yang tertera di kemasan pupuknya itu tertulis nomor izin Deptan milik  cair merek biota plus.

“Itu kan jelas melanggar. Merek dan izin Deptan tidak sesuai yang ada dalam data base Kementan,” ungkap Taufik.

Meski tindakan Ali telah ia pergoki, namun Taufik saat itu masih mentoleransi. Ia mempertimbangkan hubungan sosialnya dengan Ali yang sebelumnya pernah terjalin.

Namun puncak toleransi Taufik berhenti saat ia mengetahui kabar jika Ali mendapatkan proyek pengadaan pupuk dari Kementerian Pertanian (kementan) yang nilainya miliaran rupiah di daerah Sulawesi Tenggara, Konawe dan Kabupaten Gowa.

Khusus untuk proyek pengadaan pupuk di Kabupaten Gowa Sulsel, ia menyarankan lebih jelasnya menghubungi Miftah. Sedangkan untuk pekerjaan di Konawe itu sudah jelas.

Ali menggunakan pupuk merek biota plus dalam proyek pengadaan pupuk Kementan tersebut tanpa diketahui oleh Taufik selaku owner PT. Tri Harmoni Abadi, perusahaan yang memproduksi pupuk organik cair merek biota plus.

“Sebenarnya tidak ada niat saya untuk melaporkan itu yah. Saya sudah tidak bicara uang lagi yah, saya bicara harga diri jangan sampai dia pikir kalau dia itu jago atau apalah. Kita lihat saja kejagoannya seperti apa. Untuk laporan saya di Polrestabes itu tak ada kata damai,” jelas Taufik.

Ia tak menampik pernah bersama Ali menjalankan bisnis pupuk. Namun belakangan ia menganggap tindakan Ali sudah berlebihan. Tak hanya merugikan dirinya secara ekonomi, namun menyangkut persoalan harga diri.

“Makanya saya laporkan dia resmi ke Polrestabes Makassar. Kalau tidak salah setahun kemarin saya lapor tapi ia sayangkan belum ada progres sampai detik ini,” ungkap Taufik.

Kepala Satuan Intelkam Polrestabes Makassar Kompol Ananda Fauzi membenarkan adanya pelaporan terkait dengan kasus dugaan pemalsuan izin produksi maupun izin edar pupuk yang dimaksud.

“Laporan ada ya,” singkat Ananda via pesan singkat.

Namun, ia belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut.

“Saya coba tanyakan dulu ke anggota yang menanganinya kasus pupuk tersebut,” tutur Ananda (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed