oleh

Investasi Tambang Ramah Lingkungan Rp123 Triliun akan Masuk di Luwu Timur

-News-1.031 views

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Dalam waktu dekat ini, Insyah Allah di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan akan berdiri Proyek pembangunan pabrik peleburan (smelter) feronikel dan High Pressure Acid Leaching (HPAL) Batterey serta hilirisasi nikel. Selain itu ada juga pembangunan industri baja stainlissteel.

Hal ini disampaikan CEO PT Global Nickel Indonesia, Ryan Latief saat menggelar workshop BOD Global Nickel Indonesia di Hotel Grand Bidakara Indonesia Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yakni tanggal 23 hingga 25 November 2020.

Ryan Latief yang juga Ketua Perkumpulan Pengusaha Tambang Pribumi Indonesia menjelaskan, mega projek ini sejalan dengan program pemerintah yakni hilirisasi nickel oleh putra dan putri Indonesia.

“Mega projek ini rencana akan dijajaki 3 negara yaitu Indonesia, Jepang dan Qatar. Tentu, hal ini akan sangat membantu perekonomian di Tanah Luwu,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

“Hal ini membawa dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Tanah Luwu. Termasuk penyerapan tenaga kerja. Dalam pengelolaan ini, fokus utama kita tentu menjaga stabilitas keseimbangan alam dan pengelolaan tata lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, tambah Ryan, pihaknya juga memanusiakan tenaga kerja sesuai standar internasional. “Karyawan atau buruh adalah aset utama sebuah perusahan,” ujar Ryan Latief yang juga putra daerah Tanah Luwu.

Rencananya, kata Ryan, investasi ini sebesar Rp123 triliun, sebab GNI juga akan membangun PLTA berkapasitas 440 MW.

Kesempatan lain, Director – Chief Operating Officer GNI, Jafri Syah mengatakan, pihaknya akan menjajaki dan mendesign type smelter ramah lingkungan dengan mengimplementasikan technologi electro statis precipitator atau penangkal debu gas buang.

Selain itu, jelas Jafri Syah, limbah cair yang keluar dari fasilitas pengolahan pabrik akan dibuang dengan menerapkan system enviromental yang baku melalui system pengendapan dan penyaringan.

“Langkah strategis kita mendesign smelter dengan menerapkan technologie pengolahan nickel yang effisien dan ramah lingkungan. Kami akan mendaur ulang gas buang antar seksi agar bisa lebih effisien dan murah dari segi costing atau penetapan biaya,” ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed