oleh

Pedum Baru Belum Keluar, Peluang Jadi Supplier BPNT Bone Terbuka

-Daerah-369 views

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kekisruhan yang tejadi dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mulai dari KKS KPM yang dikuasai agen e-Warong hingga dugaan fee ke TKSK, Korda dan Tikor, telah dibahas melalui RDP di Gedung DPRD Provinsi, November 2020 lalu.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, telah menegaskan bahwa dirinya tak pernah mengeluarkan SK supplier, hanya sebatas menyetujui usulan Tikor Kabupaten untuk menambah supplier di Bone.

Penyaluran sembako 2021, nyatanya masih melalui supplier lama meskipun telah diminta untuk dievaluasi oleh Sekprov dengan dalih Pedum baru 2021 belum keluar sedangkan sembako sudah harus disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Tidak bisa menunggu karena Presiden sudah launchingkan, kalau menunggu Pedum baru, ribut lagi masyarakat. Sesuai koordinasi Dinsos Provinsi, Sekprov termasuk Dirjen, katanya jalankan dulu seperti sebelumnya” terang Kadinsos Bone, Andi Promal Pawi, saat dikonfirmasi via telepon selular, Rabu (6/1/21) malam.

Promal menjelaskan bahwa evaluasi yang dimaksud oleh Sekprov bukan berarti harus mengganti supplier. Untuk saat ini yang terpenting adalah KPM mendapatkan haknya agar tidak ada lagi keributan di masyarakat bawah.

“Serba salah memang kita karena Dirjen suruh percepat ini” tambahnya.

Soal adanya penekanan dari supplier terhadap agen, Promal membantah dan mengatakan kalau itu hanya sekedar penyampaian supplier kepada agen bahwa mereka dibekali surat dari Sekprov untuk menjadi supplier.

Sembari menunggu Pedum 2021, Promal tidak menutup ruang bagi pemasok lain yang ingin bekerjasama dengan agen e-Warong karena Supplier memang tidak diatur dalam Pedum.

“Tidak ada di Pedum soal supplier, kalau ada pemasok lain, tidak ada masalah, tidak di larang, itu agen bisa juga berurusan langsung sama pemasok karena kelihatannya selain tiga supplier ini ada juga pemasok lain” tutupnya. (eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed