oleh

IDI Makassar Tolak Kebijakan Buka Sekolah saat Covid-19 Masih Tinggi di Sulsel

-News-64 views

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Muhammad Jufri tengah mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap. Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK. mendapat penolakan keras dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar .

Ketua IDI Kota Makassar, dr Siswanto Wahab Sp KK didampingi humasnya, dr Wachyudi Muchsin SH MKes mengatakan, apapun alasannya pihaknuya menyampaikan fakta, dimana positive Rate 38,16 di Indonesia.



Artinya, jelas dr Siswanto, 10 orang dilakukan testing swab/PCR akan ada 4 orang positif, standar WHIO hanya 5 persen. Selain itu, angka Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia.

Sedang Kota Makassar sebagai epicentrum. Atas dasar itu, IDI Makassar tolak kebijakan tatap muka, baik secara bertahap atau sekaligus.

“Perlu diingat, ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak yakni hak hidup, hak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan,” ujar dokter ahli kulit ini, Selasa, 23 Februari 2021.

Kata dokter Anto, guru saja belum divaksin, apalagi siswa. Siapa yang mau bertanggung jawab jika anak-anak kena Covid-19.

“Anak-anak bisa terpapar di sekolah, bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah, setelah itu membawa virus ke keluarga. Dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga,” bebernya.

IDI Kota Makassar mendukung kebijakan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) akhir tahun 2020. Hal ini untuk menegaskan perlu adanya sejumlah hal untuk kesehatan dan kesejahteraan anak yakni penundaan pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka.

Hal ini dilakukan hingga guru dan peserta didik semua sudah divaksin Covid-19. Tentu saja, memiliki andil sangat besar untuk menurunkan transmisi.

Seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19.

Idealnya, untuk Sulawesi Selatan ada 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR diluar pemeriksaan penderita positif Covid-19.
“Setelah itu, kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril,” terangnya.

“Intinya IDI Makassar tolak kebijakan buka sekolah saat Covid-19 masih tinggi di Sulsel,” pungkas Dokter Anto. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed