150 Guru SD di Makassar Dukung Program Kesehatan Mental dan Psikososial

150 Guru SD di Makassar Dukung Program Kesehatan Mental dan Psikososial

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Yayasan Indonesia Mengabdi bekerjasama dengan UNICEF Indonesia dan From the People of Japan gelar Training of Trainer Fasilitator program dukungan kesehatan mental dan psikososial pada guru-guru sekolah dasar di Kota Makassar.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 4-7 Oktober 2021.


Penanggung jawab program yang juga merupakan child protection specialist of Yayasan Indonesia mengabdi, Dr. Farida Aryani, M.Pd menjelaskan, jutaan siswa sekolah dasar telah menjalani pembelajaran jarak jauh sebagai salah satu bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut menimbulkan berbagai permasalahan pada anak, mulai dari kualitas pembelajaran yang menurun, meningkatknya potensi angka putus sekolah, kasus pernikahan anak, dan meningkatkan angka kekerasan pada anak.

Kata dia, perubahan aktivitas yang terjadi pada anak sejak pembelajaran online berpotensi berdampak pada kesehatan fisik, juga dapat menyebabkan tekanan psikologis.

“Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan mengganggu kesehatan mental anak. Anak-anak yang mengalami masalah selama school from home (SFH) baik masalah belajar, psikologis, dan sosialnya akan berdampak dan memperburuk kesehatan mental anak,” terangnya.

Kata dia, pelatihan fasilitator program dukungan kesehatan mental dan psikososial ini fokus mempersiapkan guru-guru sekolah dasar untuk menjadi fasilitator sekolah.

Mereka nantinya memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial pada siswa. Pelatihan ini diikuti 150 guru yang berasal dari 35 sekolah dasar di Kota Makassar.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu anak dalam mengatasi masalah Kesehatan mental adalah melalui layanan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP). DKMP merupakan upaya bantuan yang dilakukan untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan psikososial, mencegah serta mengatasi gangguan kesehatan mental anak,” ujarnya.

Salah satu peserta dalam kegiatan, Nurjannah, S.Pd menuturkan, program ini sangat dibutuhkan oleh guru dan siswa, melalui program ini guru dilatih bagaimana menjadi fasilitator di sekolah yang nantinya akan melatih 20-30 siswa sebagai duta kebaikan.

“Nantinya mereka bertugas berbagi kebahagiaan dengan siswa lainnya di sekolah. Sehingga, lebih banyak siswa yang merasakan kebahagiaan dan mendapatkan dukungan dari teman sebayanya,” ujarnya.(*)


Comment