oleh

Amartha – Bank Sulselbar Bantu Perempuan di Sulawesi Berwirausaha

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemulihan ekonomi menjadi agenda penting. Terlebih di masa krisis pandemi covid-19. Dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Amartha bersama Bank Sulselbar berencana menjalin kolaborasi.

Hal ini tertuang dalam Media Briefing Amartha dan Bank Sulsebar di Ballroom Kaluku The Rinra Hotel, Kamis (11/11/2021).

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto memaparkan, melihat potensi UMKM yang sangat besar di Sulawesi, Amartha menargetkan penyaluran hingga 600 miliar rupiah di akhir 2021 dan sebesar satu triliun pada 2022 mendatang.

Aria sapaan akrabnya juga menyampaikan Amartha optimis dapat menjangkau lebih dari 200.000 perempuan pengusaha mikro di Sulawesi pada tahun depan.

“Secara umum, Amartha menargetkan penyaluran sebesar 2,5 triliun rupiah hingga akhir tahun 2021 di seluruh wilayah operasional Amartha, serta menjangkau satu juta perempuan pengusaha mikro di lebih dari 18.900 desa,” paparnya.

Kata dia, hingga saat ini, Amartha telah menyalurkan hampir lima triliun rupiah kepada lebih dari 870.000 mitra Amartha.

“Amartha sangat optimis untuk dapat menggarap pasar di wilayah Sulawesi. Terlebih dengan adanya kolaborasi bersama Bank Sulselbar, yang sudah terbukti berpengalaman dalam menggarap potensi UMKM di wilayah Sulawesi,” ujarnya.

Aria berharap kerja sama ini dapat menjadi penggerak bagi instansi lainnya untuk bersama-sama menciptakan dampak sosial dan ekonomi melalui fintech seperti Amartha.

Sementara itu, Direktur TI dan Operasional Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan menjelaskan, Bank Sulselbar sebagai bank daerah yang senantiasa berupaya untuk membangun potensi daerah dan pemberdayaan UMKM lokal, rencana kerja sama fintech seperti Amartha merupakan salah satu langkah strategis.

“Bank Sulselbar memiliki jangkauan nasabah yang luas, sedangkan Amartha memiliki teknologi yang mendukung inklusi keuangan. Inilah kerja sama yang kami harap, saling menguntungkan, untuk pembangunan kesejahteraan merata,” paparnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, dalam mengembangkan potensi UMKM di Sulawesi, Bank Sulselbar memiliki serangkaian program yang ditujukan untuk menjangkau segmen usaha mikro seperti edukasi literasi dan inklusi keuangan yang telah diikuti oleh lebih dari 16.000 peserta.

“Bank Sulselbar juga aktif dalam mengadopsi digitalisasi dalam pelayanannya. Sebut saja  QRIS, ATM CRM, mobile banking, CMS, kolaborasi fintech dan market place untuk pembayaran pajak dan retribusi (GoTo, Shopee) yang merupakan layanan digital dari Bank Sulselbar, untuk memudahkan nasabah dalam mengakses layanan keuangan,” jelasnya.

Kata dia, kedepannya, Bank Sulselbar menargetkan 6.600 user UMKM dalam setahun dengan maksimal pencairan Rp 15 juta per-user untuk tenor maksimal satu tahun. Sehingga, diharapkan target realisasi kolaborasi pola channeling dapat mencapai Rp 100 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed