Jangan Salah Pilih Tempat Pasang Behel

Ilustrasi Pasang Behel. Foto : Int

BERITA-SULSEL.COM – Kawat gigi atau behel adalah adalah alat berbasis kawat yang digunakan oleh seseorang yang mengalami ortodontik untuk memperbaiki gigi atau rahang yang tidak rata serta gigi yang tidak rapi atau bertumpuk.

Hal yang Menjadi pertimbangan mengapa seseorang menggunakan behel


Seperti yang diketahui bersama kawat gigi atau behel berfungsi sebagai penyangga supaya gigi tumbuh di tempat seharusnya dengan tidak mengganggu pertumbuhan gigi lainnya maupun gusi.

Selain dapat merapihkan struktur gigi, pemasangan behel juga bisa berdampak baik pada kesehatan mulut dan kebersihan gigi.

Ada juga beberapa hal yang menjadi alasan mengapa seseorang pasang behel, antara lain berikut manfaatnya:

  1. Posisi gigi bagian depan maju
  2. Bentuk gigi tidak beraturan alias berantakan sehingga sering menggores gusi serta menggores gigi dan menyebabkan radang
  3. Struktur gigi yang berantakan sehingga memberikan masalah pada artikulasi bicara

Efek Menggunakan Behel Jika Salah Pilih

Selain memiliki manfaat, ternyata ada juga efek atau risiko pasang behel yang harus diperhatikan sebelum anda memulai memakainya. Berikut beberapa efek atau risiko memakai behel:

1. Merasa tidak nyaman

Setiap orang akan merasakan ketidak nyamanan yang berbeda-beda ketika memakai behel. Pada umunya, gigi akan terasa sakit, sedikit longgar, dan kurang memiliki tenaga ketika menggigit pada hari pertama penggunaan.

Selain itu, bagian dari kawat gigi pun bisa menggesek bibir, pipi, atau lidah sehingga menyebabkan rasa nyeri di mulut. Bahkan, ada sebagian orang yang sampai mengalami sariawan. Bukan hanya itu, anda juga mungkin akan mengalami peningkatan air liur serta sedikit kesulitan saat berbicara.

2. Mengalami resorpsi akar

Masalah selanjutnya yang bisa terjadi akibat memasang kawat gigi adalah mengalami resorpsi akar. Resorpsi akar adalah pemendekan akar gigi. Kondisi ini merupakan hal yang normal dalam perawatan ortodontik dan biasanya tidak akan berdampak buruk jangka panjang pada mulut yang sehat.

3. Mengalami Cedera

Karena behel gigi menutupi gigi, maka benturan atau pukulan yang mengenai mulut bisa menggores bagian dalam bibir atau pipi anda. Selain itu, kawat dan bracket yang longgar atau rusak pun bisa menggores dan mengiritasi bagian dalam, gusi, atau bibir.

4. Gigi kembali ke bentuk semula

Ada risiko menyertai yang timbul bila anda tidak mengikuti petunjuk dokter gigi setelah behel dilepas. Terutama pada saat anda tidak mengikuti anjuran untuk menggunakan retainer, dimana anda kemungkinan akan kehilangan beberapa perbaikan yang diperoleh selama anda menggunakan behel. Alhasil gigi anda akan kembali berantakan jika tidak mengikuti perawatan setelah behel dilepas.

5. Risiko memakai behel saat dewasa

Jika dokter menemukan masalah pada tulang penyokong gigi ketika anda dewasa, maka anda harus dioperasi terlebih dahulu sebelum memasang kawat gigi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tulang rahang anda biasanya akan berhenti pada usia dewasa.

Orang dewasa mungkin lebih membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menggunakan behel ketimbang anak-anak atau remaja. Namun, waktu pemakaian behel pada orang dewasa berbeda-beda, sangat tergantung pada kondisi gigi serta bagaimana cara anda merawat gigi selama menggunakan behel.

Selain itu, seiiring bertambahnya usia maka risiko anda terkena berbagai masalah mulut akan semakin besar. Maka dari itu, anda harus rutin kontrol ke dokter gigi. Terlebih jika sebelumnya anda memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang atau penyakit gusi.

6. Membuat gigi menjadi kuning

Kawat gigi bisa dianggap sebagai penyebab timbulnya gigi kuning. Padahal, gigi menjadi kuning bukan disebabkan oleh behel namun bagaimana cara anda membersihkan gigi pada saat memakai kawat gigi.

Timbulnya gigi kuning disebabkan oleh penumpukan plak dari sisa makanan yang terjebak di sela-sela behel dan bracket behel. Jika plak tersebut tidak dibersihkan, maka plak akan mengeras dan menjadi karang gigi sehingga gigi menjadi kuning.


Comment