Bupati Luwu Bersama Pj Gubernur Sulsel Tanam Pisang di Kamanre

Pj Gubernur Sulsel Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si. melakukan kunjungan silaturahim dan penanaman simbolis pisang Cavendis di Kabupaten Luwu.

LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Pj Gubernur Sulsel Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si. melakukan kunjungan silaturahim dan penanaman simbolis pisang Cavendis di Kabupaten Luwu. Kegiatan tersebut berlangsung di Wisata Kuliner Kamanre, Sabtu (06/01/2024).

Bupati Kabupaten Luwu Basmin Mattayang mengatakan, jika dirinya penentu kebijakan, pejabat yang lebih dari 6 bulan apalagi 1 tahun saya tidak mau bilang pejabat memang dia gubernur apalagi seorang dirigen luar biasa.


“Alhamdulillah di belakang ini kebun mangga penuh dengan buah-buah dan ada tadi dipetik pertama itu pak karena rasa cinta kepada rombongan gubernur atas kehadirannya sudah dua kali mudah-mudahan masih bisa sebelum tanggal 15 Februari kita bermala dan bernyanyi-nyanyi disini,” ucapnya.

“Terima kasih semuanya mudah-mudahan ada hikmah dibalik itu semua ini yang pasti bahwa Allah menjanjikan siapa yang membangun silaturahminya dengan baik ada tiga hal yang kita dapatkan umur panjang rezeki dan kebahagiaan dunia dan akhirat mudah-

mudahan kita di tempat ini aktivitas kita bernilai ibadah di sisi allah, tutupnya.
Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan benih timun dan cabe dari pj gubernur kepada Bupati Luwu.

Sementara itu, PJ Gubernur Sulsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengelola daerah ini tidak cukup dengan otoritas gubernur dan otoritas kepala daerah,

Bupati walikota itu sudah given sudah tidak lakukan begitu sebagaimana amanat undang-undang pemerintah daerah dengan otoritas yang dimandatkan juga oleh undang-undang maupun konstitusi legislatif maupun yudikatif yang dalam sistem ketatanegaraan kita ada yang lembaga negara pusat yang beroperasi di wilayah ini ya termasuk kejaksaan lembaga peradilan.

Nah di luar itu di reformasi ini ada yang kita sebut namanya KKSK (komite kebijakan stabilitas keuangan) dalam perjalanannya Bank Indonesia dimekarkan ada namanya otoritas jasa keuangan.

“Nah dialah yang melakukan audit menilik perform perbankan dan lembaga non bank dan termasuk tugas lainnya dari negara itu namanya otoritas jasa keuangan,” katanya.
“Maka saya ada OJK ada Bank Indonesia di sini kemudian ada kanwil keuangan, di pusat kementerian keuangan,”

“Saya sadar, betul kemampuan kita mengelola daerah membangun daerah kalau hanya mengandalkan kekuatan pemerintah daerah bahkan lembaga negara yang tersedia uangnya banyak Rp54 triliun,” ujarnya. (*)

Comment