Saatnya Literasi Masjid Jadi Gerakan Bersama, Contoh Chaidir Syam di Maros

Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Literasi Mosque Award dari Ika BKPRMI.

MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Badan Nasional Literasi LABBAIK Pengurus Pusat IKA BKPRMI Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan perlunya gerakan bersama kembali ke masjid memperkuat literasi berbasis masjid di setiap Kabupaten, Kota dan Provinsi di Indonesia.

Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan perlunya di setiap masjid tumbuh unit-unit literasi berbasis masjid dengan menyediakan ruang baca perpustakaan yang ada di setiap kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia.


Hal tersebut dikemukakan Bachtiar Adnan Kusuma yang juga Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, saat menjadi pembicara pada Talkshow Tasmara Ramadhan Mubarak IKA BKPRMI Pusat, Rabu Tgl 3 April 2024 lewat Zoom Nasional yang dihaidiri Ketua Umum IKA BKPRMI Dr.H.Andi Kasman, S.E.M.M., Sekjend IKA BKPRMI Zainal Fahmi Al Amry, sejumlah pengurus pusat dan wilayah IKA BKPRMI dari Papua, Jawa Barat, Sumatera, DKI Jakarta, NTT dan Sulawesi.

Menurut BAK, kalau saja umat Islam bersinergi dan berkolaboratif membuka ruang baca di setiap masjid yang ada di Indonesia berjumlah 299.692 dengan rincian masjid Jami 242.520, masjid yang berada di ruang publik sekitar 5.100, masjid sejarah 1.050 dan masjid Agung sekitar 437 dari 34 provinsi, maka penguatan sumber daya manusia melalui pembudayaan minat baca berbasis masjid, maka takkan muncul distribusi informasi hoaks di berbagai plafon media sosial.

“Hanya dengan memperkuat ekosistem literasi dari setiap masjid, maka umat Islam takkan mudah terjebab berita-berita hoaks yang selama ini menggempur kita semua” kata Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros ini.

BAK menggugat para Bupati, Walikota dan Gubernur di Indonesia, kiranya mengambil peran memelopori hadirnya ruang baca di setiap masjid di daerah masing-masing.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Maros Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H. yang begitu serius tak sekadar diksi, tapi lebih penting lagi mengerjakan dalam bentuk aksi. Misalnya saja, kata BAK, Chaidir Syam yang juga Ketua IKA BKPRMI Maros dan Wakil Ketua Umum PP IKA BKPRMI ini, menggerakan Gerakan Literasi Satu Masjid Satu Perpustakaan di Maros. Berikutnya, ia juga memprogramkan membantu perpustakaan masjid melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros.

Selain itu, Chaidir Syam memelopori perlunya bimbingan teknis tata kelola perpustakaan masjid, juga membantu buku-buku, rak dan komputer melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.”

Bupati Maros Andi Chaidir Syam mencanangkan Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan sebagai kabupaten pertama di Sulsel yang menyambut Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional, pada 2022 lalu” kata BAK.

Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma, mengajak para pengurus masjid, remaja pemuda masjid dan alumi IKA BKPRMI agar merubah mindset memandang masjid sebagai tempat ibadah yang multi fungsi. Cara berpikir para pengelola masjid sebaiknya berpikir dan bekerja untuk umat dengan bertumbuh atau Growth Minset. Cara berpikir dan mengelola masjid sesuai dengan perkembangan zaman yang ada dengan memperkuat literasi digital.

“Cara berpikir Fixed Mindset yang hanya memandang masjid hanya tempat tunggal semata-mata tempat beribadah membuat umat Islam sulit berkembang, apalagi maju. Caranya, umat Islam wajib diperkuat ekosistem literasinya dengan membentuk klub dan ruang-ruang hadirnya pembudayaan minat baca dari setiap masjid” kunci Bachtiar Adnan Kusuma. (*)


Comment