Kapolres Bone Sebut Pemilik Kapal Diperiksa Terkait Markdown GT Bertambah 50 Orang

Kapolres Bone Sebut Pemilik Kapal Diperiksa Terkait Markdown GT Bertambah 50 Orang

BONE, BERITA-SULSEL.COM— Kasus Dugaan markdown atau manipulasi Gross Tonnage (GT) kapal masih terus bergulir di Polres Bone. Kapolres Bone, AKBP Arief Doddy Suryawan, yang ditanya saat makan malam, Selasa (16/4/24) lalu, mengatakan pihaknya akan memanggil 50 orang untuk diperiksa terkait kasus ini.

“Ini lagi proses kan, yang mau diperiksa kan banyak, ada 50 orang”, ujarnya.


Kasus dugaan markdown GT kapal ini mulai diselidiki kepolisian 2 bulan terakhir. Kepala Unit Tipidkor Polres Bone, Iptu Daniel Nainggolan, menyebut sudah 4 orang pemilik kapal yang diperiksa dari 25 pemilik kapal yang telah melakukan pengukuran pada 2023 lalu. Pemanggilan berikutnya dijadwalkan pekan depan.

“Sejauh ini yang terdaftar dari keterangan syahbandar untuk pemilik kapal yang melakukan pengukuran baru 25 orang, tapi jika kemungkinan ada lebih akan dipanggil dan diperiksa”, terang Daniel.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa kuat dugaan adanya markdown atau manipulasi GT kapal oleh para juragan kapal dengan tujuan untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Demi memuluskan aksinya, pemilik kapal diduga dibantu oleh oknum petugas Syahbandar yang juga telah menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tipidkor Polres Bone.

Sesuai Perpres No. 191/2014, kuota BBM subsidi untuk nelayan tidak lagi diberikan untuk kapal diatas 30 Grass Tonnage (GT). Ketentuan ini untuk menghindari praktik manipulasi dan menghemat BBM oleh para juragan kapal sehingga menyulitkan nelayan-nelayan kecil. Jika terbukti lakukan markdown, artinya ada kerugian negara karena menggunakan BBM subsidi tidak sesuai peruntukan. (eka)


Comment