Kasus Dugaan Markdown GT di Bone Lamban, Ketua WAC: Panggil Ahli Ukur

Kasus Dugaan Markdown GT di Bone Lamban, Ketua WAC: Panggil Ahli Ukur

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sudah 2 bulan sejak kasus markdown GT kapal nelayan ditangani oleh Unit Tipidkor Polres Bone, namun belum ada perkembangan berarti. Terakhir kali, Kanit Tipidkor Polres Bone, Iptu Daniel Nainggolan mengatakan pihaknya baru mengambil keterangan dari 4 pemilik kapal.

Kasus manipulasi dengan markdown Grass Tonnage (GT) kapal ini diduga mengakibatkan kerugian negara karena para pemilik kapal memanfaatkan manipulasi GT untuk tetap mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Ketua Watampone Anti Corruption (WAC), Ali Imran, mengatakan butuh integritas kepolisian dalam penyelidikan sebuah kasus korupsi.


“Sangat dibutuhkan tenaga penyelidik atau penyidik yang mempunyai integritas tinggi untuk memberantas kejahatan berupa korupsi, sebab kalau tidak berintegritas tinggi sangat mudah untuk mendiamkan prosesnya dengan alasan belum cukup bukti dan berbagai macam alasan lain,” terang Ali.

Dalam kasus dugaan markdown GT ini, polisi terkesan lamban padahal akan berdampak pada kerugian negara karena jika benar terjadi manipulasi GT artinya para pemilik kapal bisa terus menikmati BBM subsidi. Ali melanjutkan bahwa seharusnya polisi percepat pengukuran ulang GT kapal dengan memanggil ahli ukur dari Syahbandar.

“Harusnya polisi segera surati syahbandar untuk pengukuran ulang biar ini tidak berlarut-larut. Polisi kan punya kewenangan untuk kepentingan penyelidikan, boleh panggil syahbandar,” tegas Ali.

Menariknya, beberapa bulan lalu para pemilik kapal yang diduga main mata dengan pihak Syahbandar untuk manipulasi GT, justru melakukan aksi demo di DPRD Bone ketika BBM subsidi langka. Dari keterangan polisi, pihaknya juga telah memanggil ahli ukur Syahbandar Bone, namun untuk pengukuran ulang, Kanit Tipidkor sebut akan meminta Syahbandar Provinsi agar lebih independen. (eka)


Comment