Usung Transfigurasi HMI di Kongfercab XLII Cabang Makassar, Ini Program Strategis Sarah Agussalim

Sarah Agussalim

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Konferensi Himpunan Mahasiswa Islam XLII cabang Makassar yang dijadwalkan berlangsung 30 April 2024 menjadi menarik karena salah satu kader Hijau Hitam yang lolos jadi kandidat adalah perempuan, Sarah Agussalim dari komisariat Perguruan Tinggi Fajar (Perti Fajar) Makassar.

Sarah menjadi satu dari 11 kandidat dari 13 mendaftarkan diri untuk maju dalam perhelatan regenerasi kepemimpinan HMI di cabang Makassar.


Koordinator stering commite (Koster) Kongfercab HMI cabang Makassar XLII, Hasan Basri Baso mengungkapkan kepada media, bahwa sudah ada empat tahapan dilaksanakan stering sebelum puncaknya pembukaan resmi forumm yaitu, pendaftaran dan pengambilan formulir bakal calon kandidat 15-20 April 2024, lalu pengembalian formulir dan verifikasi berkas 21-22 April 2024, uji kelayakan 23-24 April, 25 April penetapan calon kandidat, 26 April pencabutan nomor urut calon kandidat dan penandatanganan pakta integritas, 27 April Debat Kandidat.

Hasan mengungkapkan, stering menetapkan aturan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon kandidat untuk bisa membawa khotbah Jumat untuk mempertegas komitmen keislamannya. Juga yang menarik adalah syarat menulis dan menerbitkan artikel opini di media cetak. Lebih lanjut, mantan ketua pengurus besar (PB) HMI ini menuturkan bahwa kongfercab akan diikuti 59 komisariat penuh yang tersebar di kampus-kampus kota Makassar.

Sebagai satu-satunya perempuan yang ikut berkandidat kali ini. Sarah mengaku enjoy dan cukup bersemangat. Perempuan yang aktif di pengkaderan HMI baik sebagai Master of Training (MoT) basic training maupun pemateri NDP HMI ini mengaku tahapan kandidat yang dilewatinya lancar-lancar saja.

” Walaupun publik masih sering menganggap HMI khususnya cabang Makassar masih cenderung patriarkis dan terlalu maskulin dan masih ada segelintir suara sumbang di lingkungan HMI yang mempertanyakan keberadaan perempuan menjadi ketua umum di HMI saya kira itu sudah tidak lagi menjadi dominan di lingkungan HMI,” ungkap Sarah.

Lanjut Sarah, HMI sebagai organisasi Islam modern diasah untuk berpikir progresif tentu lebih terbuka diurusan muamalah. HMI saat ini harus bergerak lebih maju dan berakselerasi di perubahan zaman dan perkembangan pengetahuan. Tentu saja tanpa meninggalkan prinsip asas keislaman dan nafas NDP. HMI juga selama ini

“Apalagi perempuan ketua umum di HMI sudah biasa, di komisariat ada perempuan yang jadi ketua umum, di beberapa cabang juga sudah sering, bahkan salah satu ketua umum BADKO HMI Sulselbar pernah terpilih Ayunda Henny Handayani, jadi saya kira ruang proses di HMI tidak harus dibatasi oleh jenis kelamin karena kemampuan mengelola organisasi bisa dilakukan oleh siapa saja yang punya pengetahuan, pengalaman dan mau terus belajar serta mau bekerja sama bareng-bareng,” jelas. Sarah.

Karena itu Sarah mengusung tagline Transfigurasi HMI dimana visi kemajuan organisasi yang dibawakannya adalah membawa kemajuan HMI lebih progresif jauh. Salah satu misi yang diembannya adalah menciptakan ruang aman dan inklusif di lingkungan HMI cabang Makassar, berkontribusi lebih besar pembangunan sosial budaya di kota Makassar. Secara internal, Sarah berharap untuk terus mendorong HMI sebagai ruang bersama, penguatan literasi dan pengembangan pengetahuan dengan cara pandang khas HMI berbasis NDP serta lebih mendorong berakselerasi zaman dengan perubahan teknologi hingga HMI bisa semakin diminati oleh kalangan mahasiswa.

“Misi saya bertumpu pada tiga poin strategis yaitu pengembangan perkaderan dan pengetahuan dengan peningkatan budaya literasi, penguatan pada fungsi advokasi dan kemitraan terkait, dan pengembangan lebih jauh produktifitas kekaryaan. Semua ini saya sadari membutuhkan kerja bersama semua pihak baik kader-kader HMI, alumni HMI dan stakeholder di kota Makassar,” pungkas Sarah. (*)


Comment