Demi Kemanusiaan, Relawan PMI Lutra Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Lawewe, Baebunta Selatan

Demi Kemanusiaan, Relawan PMI Lutra Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Lawewe, Baebunta Selatan

LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Dalam upaya membantu meringankan korban bencana banjir di kabupaten Luwu Utara, Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Utara kembali melakukan aksi kemanusiaan, Rabu (1/5/2024).

Kali ini, para relawan PMI Luwu Utara menyisir dua dusun di desa Lawewe, kecamatan Baebunta Selatan, masing-masing dusun Lawewe dan Tobaki. Dua dusun ini acap kali menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba.


“Alhamdulillah, para relawan telah mendistribusikan air minum kemasan galon sebanyak 50 galon di desa Lawewe, yang menjangkau dua dusun, masing-masing dusun Lawewe dan Tobaki,” ungkap salah satu pengurus PMI Lutra, Amiruddin.

Amiruddin mengungkapkan bahwa masyarakat di dua dusun tersebutt sangat antusias dengan aksi kemanusiaan yang dilakukan para relawan tersebut. “Masyarakat sangat antusias dengan adanya distribusi air dari PMI,” ungkap Amiruddin.

Perjuangan para relawan ini dalam menyalurkan bantuan bencana banjir patut diapresiasi karena mereka mesti melawati medan yang tidak mudah, disebabkan akses untuk menuju ke dua dusun terpencil tersebut telah terputus.

“Jadi, untuk pendistribusian bantuan ke dua dusun ini, kami mesti melewati kecamatan Lamasi yang notabene merupakan kecamatan di kabupaten Luwu, daerah tetangga Luwu Utara, dengan menggunakan kendaraan roda empat,” terangnya.

Sementara untuk masuk ke wilayah dua dusun melalui kecamatan Lamasi, para relawan ini harus menggunakan kendaraan roda dua. “Jadi, dari Lamasi untuk masuk ke dua dusun ini, hanya dapat diakses dengan kendaraan roda dua saja,” tandasnya.

Relawan PMI ini betul-betul menunjukkan sebuah pengabdian demi kemanusiaan. Mengutip Albert Schweitzer, seorang filsuf asal Prancis, yang mengatakan, “Tujuan hidup manusia adalah untuk melayani dan menunjukkan belas kasih dan keinginan untuk saling membantu.”


Comment