Warga Minta Walikota Makassar Ganti Lurah Timungan Lompoa

ilustrasi ganti pejabat

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Warga Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, meminta Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk mengevaluasi atau menganti Siti Suryati sebagai lurah.

Keluhan warga yang didomininasi ibu rumah tangga tersebut disebabkan layanan pihak kelurahan yang dianggap mempersulit. Termasuk saat pengambilan beras miskin atau Raskin.


“Saya berharap pak Walikota Makassar menganti bu lurah. Kebijakannya sangat berbeda dengan lurah sebelumnya. Hanya untuk mandapat Raskin, kami dirikan syarat yang bertele-tele,” ujar Risna, warga RT 03 RW 03 Kelurahan Timungan Lompoa, Selasa, 28 Mei 2024.

Kata dia, untuk mendapatkan Raskin, pihaknya harus melampirkan bukti pembayaran Pajab Bumi Bangunan (PBB) dan iuran pembayaran sampah. Jika kedua hal tersebut tak bisa diperlihatkan, warga tak bisa mendapatkan Raskin.

“Walau nama kita terdaftar sebagai penerima Raskin. Tapi, tak bisa memperlihatkan bukti pembayaran PPB dan iuran sampah. Kami tak bisa menerima Raskin,” ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Risna, walau pembayaran PBB dan iuran sampah telah lunas. Warga masih sulit mendapatkan Raskin jika bukan pihak bersangkutan yang dating langsung.

“Penerima Raskin tak bisa diwakili. Padahal, kami sudah memperlihatkan kartu keluarga dan KTP,” ujarnya.

“Nama suami saya terdaftar sebagai penerima Raskin. Namun, suami saya bekerja. Keluar pagi dan pulang saat malam. Saya istrinya, ingin mewakili untuk mengambil Raskin,” terangnya.

“Saya tetap tak bisa menerima Raskin. Pihak kelurahan berdalih, penerima Raskin tak bisa diwakili,” ujarnya kesal.

“Kalau suami saya pergi mengambil Raskin tersebut. Otomotis suami saya tak bekerja. Suami saya ini buka pegawai tetap. Hanya kuli bangunan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Astuti, warga RT 4 RW 3. Kata dia, lurah saat ini sangat berbeda dengan lurah sebelumnya.

“Pemerintah itu harus memberikan layanan yang baik ke masyarakat. Kami disini hanya untuk mendapatkan Raskin, sangat sulit. Harus melampirkan semua bukti bayar PPB dan iuran sampah,” ujarnya.

Lurah Timungan Lompoa, Sitti Zuchriany yang dikonfirmasi tak memberikan respon soal keinginan warga agar dirinya diganti.

Namun, Sitti Zuchriany sebelumnya telah membantah tudingan warga tersebut yang menyebut dirinya mempersulit warga dengan tak memberikan beras miskin atau Raskin kepada warga yang tak membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB)dan iuran sampah.

“Tidak benar kalau oknum tersebut mengatakan bahwa saya tidak memberikan bantuan beras kalau tidak melunasi pembayaran PBB dan iuran sampahnya. Saya hanya mengingatkan warga penerima bantuan untuk melunasi PBB dan iuran sampahnya karena merupakan kewajiban,” ujarnya.

“Tabe’ ke kantor meki, nanti dijelaskan sama pengelola bantuan beras🙏🙏🙏,” tulisnya singkat.

“Tabe’ pak ke kantor meki, sy jelaskan yg sebenar benarnya, sebelum ke kantor, miscal meka krn sy keluar sebentar dulu.🙏🙏🙏,” tambahnya. (*)


Comment