
WAJO, BERITA-SULSEL.COM – Penerapan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbadis Organik IPAT-BO terus dikembangkan hampir disemua kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan.
Selasa, 2 Mei 2017 di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo telah dilakukan penanaman serentak dengan teknologi IPAT-BO dalam rangka perayaan Hakteknas ke-22 yang dihadiri Kemenristekdikti Syachrial Annas Fasihu yang juga Koordinator Bhakti Teknologi.
Penanaman serentak dihadiri Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Peternakan Kabupaten Wajo, Kadis litbang, Kepala bidang TPH beserta staf, PPL se Kacamatan Tanasitolo, Camat Tanasitolo, Kepala Desa se-Kecamatan Tanasitolo, Dandim 1406/Wajo diwakili Danramil 1406-02 /Tanasitolo Kapt Inf. Abd Djamal, Para Babinsa dua Kecamatan Tanasitolo, Kelompok Tani, kelompok tani.
Syachrial Annas menjelaskan, Kabupaten Wajo sangat tepat untuk menerapkan teknologi IPAT-BO. Dilihat dari hamparan sawah yang begitu luas, sumber air yang memadai. Namun, jumlah petani yang bercocok tanam padi sangat kurang.
“Teknologi ini hemat air, dapat melipat gandakan hasil. Satu petani cukup garap satu hektar asalkan tahapan teknologi IPAT-BO dilaksanakan dengan baik dan tepat. Maka, hasil juga akan memuaskan,” tutur Syachrial.
Kadis Pertanian dan Holtikultura Wajo, menyambut baik program ini. Pasalnya, teknologi ini tepat untuk meningkatkan hasil petani asalkan di tekuni dengan baik.
“Jika penerapan teknologi IPAT-BO yang sekarang kita tanam ini nantinya berhasil, maka saya akan terapkan disetiap desa satu hektar,”tuturnya.(*jms)
Comment