Anggarkan Baju Satgas Keamanan Desa, Kades di Bone Diminta Gunakan “Jurus Silat”

ilustrasi. Anggaran

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bertujuan mengoptimalkan keamanan di desa-desa, POLRI bentuk Satuan Petugas Keamanan Desa melalui kerjasama dengan para Kepala Desa. Kapolres Bone, AKBP Arief Doddy Suryawan, melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/4/23) malam, membenarkan hal tersebut.

“Iya Polres, nanti bisa berhubungan dengan Kasat Binmas, untuk anggaran masih dalam pembahasan dengan Pemda. Saya belum dapat laporan balik dari Kasat Binmas”, ungkap Doddy.

Menurut informasi salah seorang Kepala Desa di Bone, mereka diminta membentuk 5 orang Satgas per Dusun, sementara untuk anggaran baju senilai Rp100 ribu per lembar, agar seragam, Kades boleh gunakan “jurus silat” karena belum dianggarkan melalui APBDes. Kades bahkan diminta bayar panjar yang akan dijemput langsung oleh Kapolsek masing-masing.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Andi Gunadil Ukra, tak membantah adanya program tersebut. Gunadil mengaku hanya membantu program POLRI dengan menyampaikan kepada para Kades untuk membantu pembelian baju seragam yang rencana pengadaannya oleh pihak Polres Bone.

“Saya hanya membantu program POLRI, berdasarkan koordinasi dengan Polres Bone tentang Satgas Keamanan Desa, baru 576 dusun terbentuk dari kurang lebih 2000 dusun. Maka mengingatkan kembali supaya petta Camatku kembali mengingatkan kadesnya untuk segera membentuk Satgas Keamanan Desa berhubung akan dikukuhkan oleh Kabaharkam di acara HJB tanggal 5 Mei, disamping akan saya ingatkan juga para kades tentang hal tersebut”, demikian isi pesan Gunadil kepada Camat yang diduga diteruskan ke para Kades di Bone.

Diduga sebanyak 328 Desa yang ada di Kabupaten Bone diminta untuk membentuk struktur pengurus Satgas Keamanan Desa (SKD) yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dimana masing-masing dusun dalam 1 desa terdiri dari 5 orang anggota Satgas.

Jika dalam 1 desa terdapat 4 dusun, dan masing-masing dusun ada 5 orang anggota Satgas, artinya Kades harus merogoh kocek Rp2 juta, belum ditambah harga baju untuk Ketua dan Wakil Ketua Satgas, serta Sekdes yang masuk dalam struktur pengurus Satgas Keamanan Desa (SKD). (eka)


Comment