Pemimpin Feodal dan Anti Kritik, AAP : Bone Harus Kurangi Itu

Andi Akmal Pasluddin

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Tampuk kekuasaan di Kabupaten Bone masih didominasi oleh bangsawan bergelar Andi sebagai keturunan para Raja Bone yang terkenal sebagai Kota Beradat. Tak dipungkiri, gelar bangsawan masih memberikan pengaruh besar di setiap pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone.

Hal itu pun turut disadari oleh Andi Akmal Pasluddin (AAP), anggota DPR RI, yang baru saja menyatakan kesiapannya maju bertarung di Pilkada, 27 November mendatang. Akmal mengatakan feodalisme di Bone masih terasa dan itu seharusnya dikurangi agar tak menciptakan sekat terutama bagi semua putra daerah yang ingin membangun Bone.

Feodalisme sendiri adalah sistem sosial dan politik yang memberikan kekuasaan besar pada golongan bangsawan. Diantara ciri feodalisme, kekuasaan politik tidak dibagi-bagi secara merata, pemegang kekuasaan hanya beberapa orang dengan jumlah yang sedikit, serta kekuasaan politik yang bersifat terpusat dan pribadi.

“Kita mau Bone ini bangkit, bangkit dan maju dari segi ekonomi, infrastruktur. Feodalisme ini harus dikurangi di Bone, jangan sampai pembangunan terhambat karena feodalisme. Putra-putri Bone harus diberi kesempatan ikut membangun Bone, jangan hanya kalangan tertentu saja”, terang Akmal.

Selain feodalisme, Akmal juga menyayangkan jika masih ada pemimpin yang anti kritik padahal kritik itu penting untuk pembangunan.

“Pemimpin itu tidak boleh anti kritik, anggap itu saran untuk memperbaiki pembangunan”, tambahnya.

Andi Akmal Pasluddin diketahui telah berkiprah di politik sejak 2004 lalu dengan mengawali langkah sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Bersama partai PKS, kini Akmal menjadi salah satu legislator yang dikenal memberikan begitu banyak bantuan kepada masyarakat, mulai dari alat-alat pertanian, mesin perahu nelayan, alat tangkap ikan hingga bantuan bedah rumah. (eka)


Comment