MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulsel, serta personel TNI-Polri.
Saat membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Andi Sudirman menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi final bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat wajib menjaga persatuan dan menempatkan kepentingan negara di atas golongan.
Respons Tegas Polemik Paskibraka
Selain menyampaikan pesan kebangsaan, Andi Sudirman juga memanfaatkan momentum ini untuk merespons polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional asal Sulsel. Secara tegas, ia menjamin bahwa panitia daerah telah menjalankan seluruh tahapan sesuai dengan mekanisme resmi BPIP.
“Apa yang tim menilai dan memutuskan merupakan hasil seleksi yang berjalan sesuai mekanisme. Kesbangpol Provinsi bersama TNI dan Polri sebagai panitia daerah telah bekerja maksimal,” ujar Andi Sudirman.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa tim seleksi pusat melibatkan lintas institusi. Mulai dari BPIP, DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) mengawasi langsung proses ini. Akibatnya, sistem ini menutup rapat ruang bagi praktik titipan maupun intervensi dari pihak mana pun.
Mengutamakan Prestasi, Bukan Suku atau Ras
Lebih lanjut, Andi Sudirman menekankan bahwa asas keunggulan dan prestasi menjadi poin utama dalam penilaian. Panitia menyaring peserta berdasarkan kemampuan nyata, bukan berdasarkan latar belakang kelompok tertentu.
“Kita mendahulukan asas keunggulan. Tim menilai kemampuan, kompetensi, dan hasil seleksi secara objektif, bukan berdasarkan klaster yang berbau ras maupun suku,” tambahnya.
Pada akhir pidatonya, Gubernur Sulsel mengajak masyarakat untuk menyikapi dinamika yang berkembang secara bijak. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi kompas utama demi menjaga persatuan anak bangsa.
Comment